Invisible

Invisible

  • WpView
    Reads 697
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 3, 2015
"Kevin gue bawain lo makan siang, dimakan ya" ucapku sambil memberikan sebuah kotak makan berwarna biru. "ok thanks" ucapnya dingin sembari mengambil kotak tersebut. Astaga seorang Kevin Guradian Wijaya akhirnya mau menerima pemberian ku. Aku melihatnya berjalan menjauhiku. Dan pada saat di ujung lorong aku melihatnya membuang Kotak yang kuberikan kepandanya. Aku hanya bisa tersenyum. Semangat Mona! -Monalissa Vierra Erlangga
All Rights Reserved
#907
penghianatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shivviness[END]
  • THE CLIMB [Completed]
  • Stay (Away)
  • ALKASA✔
  • Kelas A [End]
  • ON SIGHT (Completed)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • No Longer Mate
  • KEPERGIAN SENJA

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..

More details
WpActionLinkContent Guidelines