Story cover for Mentari by chococaine
Mentari
  • WpView
    Reads 245
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 245
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Oct 31, 2015
[ Mentari ]

Mereka bilang namaku sangat menggambarkan diriku sendiri. Mentari.
Aku orang yang cerah, mereka bilang. Periang, selalu senyum, yang katanya senyumku ini bisa bikin orang ikutan senyum juga. Kata mereka aku ini orang yang sangat ramah, sangat supel, moodbooster gitu deh pokoknya. Dan semua nyaman berteman denganku. 
But of course, gak semua yang orang bilang itu benar.
Aku senyum bukan selalu karena aku senang. Terkadang, aku tersenyum hanya untuk meyakinkan semua orang kalau aku baik-baik aja. Mama bilang, lebih baik sesekali aku nunjukin ke orang-orang kalau aku tuh bisa ngerasain sedih, ataupun marah. 
Anehnya, aku bener-bener nggak bisa. Aku takut detik pertama aku nunjukin perasaan aku, detik itu juga semua orang akan kecewa. Kecewa karena Mentari yang selama ini mereka kenal, sebenernya gak kayak gini.

[ Alfi ]

Mentari, Mentari, Mentari.
Gue capek denger nama itu. Satu sekolah ngidolain dia. Ramah, penyabar, suka menolong, selalu tersenyum, dan masih banyak lagi pujian-pujian yang datang dari semua orang terhadapnya.
Gue malah berpendapat sebaliknya. Menurut gue, dia itu fake. Dia penipu. Senyum dia palsu, I’m sure that it’s just a disguise. 
Tapi semakin gue berpikiran yang buruk tentang dia, rasa penasaran gue makin memuncak. Sebenernya gimana sih diri dia dibalik senyum manisnya itu? Gue pengen banget tau. Gue harus tau.
Misi pertama: gue harus munculin sesuatu yang lain di wajah dia, selain senyum.
All Rights Reserved
Sign up to add Mentari to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
I'm Not Just a Figuran by izza21_b
52 parts Ongoing
Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel. Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata. Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan. ---><--- "Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?" "Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah." "Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel." "Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun." "Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja." . . "Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut. Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel? Bagi yang penasaran mampir aja oke . . Rank #🥇 fiance #🥇 fyp #🥇 mostwanted #🥇 teen #🥇 bucin #🥇 geng #🥇 iceboy #🥇 isekai #🥇 figuran #🥇 tenfiction #🥇 sekolah #🥇 fiksipenggemar #🥇 antagonis #🥇 tunangan #🥇 school #🥇 fiksi #🥇 sahabat #🥇 fiksiremaja #🥈 cuek #🥈 baper #🥉 protagonis #4 fantasi #5 transmigrasi #7 fiksi #10 romance Start : 10/8/25 End : -
Forever mine by AuroraSecretum
53 parts Ongoing
Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi. Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah. "Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat." Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur. "Udah ah, mending gue tidur aja. Capek." Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa. Saat membuka mata, semuanya berubah. Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin. Seseorang menggenggam tangannya. "Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru. Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung. "Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena." Wajah wanita itu langsung pucat. "Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..." Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan. Luna? Aluna... Atmajaya? "Nggak... ini nggak mungkin." Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya. "Luna, gue yakin ini ulah Xavier!" "Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik. Zena hanya bisa diam. Matanya kosong. "Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine." "Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ." Tapi cerita tak berhenti di sana. Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir. Dan siapa sangka... Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi... Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.
You may also like
Slide 1 of 10
Papa Gerlan cover
Sister's Of Antagonis [ MASIH REVISI ] cover
Back to Begin Again cover
ALVAS MATTHEO cover
Hidup kedua Elian (Tamat) Sedang revisi cover
SHEERA (21+) cover
I'm Not Just a Figuran cover
Forever mine cover
EXTRAORDINARY Figuran cover
NANGGALA  cover

Papa Gerlan

57 parts Complete

FOLLOW DULU CINTAH Bagaimana jika seorang remaja transmigrasi ke tubuh seorang duda anak satu? Yang mana anaknya seumuran dengannya. Erlan ketua geng yang hobby tauran, suka membully, hingga ia dibunuh oleh salah satu korban bully nya, bukannya ke alam baka, ia malah transmigrasi ke seorang duda anak satu. Gerlan, duda yang berusia 37 tahun, ia membenci anaknya, hingga anaknya juga membenci dirinya. Abian, bocah bebal keras kepala, seperti cerminan jiwa Erlan. Gerlan waktu seumuran Abian sungguh nakal, hingga karna kenakalannya hadirlah Abian. Sekarang, Gerlan harus menghadapi anaknya yang lebih parah dari dirinya waktu muda. Tapi ini Erlan bukan Gerlan. Bocah nakal yang harus merawat bocah bebal. "Gue... Benaran punya... Anak?" . .