Mentari

Mentari

  • WpView
    Reads 249
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 5, 2015
[ Mentari ] Mereka bilang namaku sangat menggambarkan diriku sendiri. Mentari. Aku orang yang cerah, mereka bilang. Periang, selalu senyum, yang katanya senyumku ini bisa bikin orang ikutan senyum juga. Kata mereka aku ini orang yang sangat ramah, sangat supel, moodbooster gitu deh pokoknya. Dan semua nyaman berteman denganku. But of course, gak semua yang orang bilang itu benar. Aku senyum bukan selalu karena aku senang. Terkadang, aku tersenyum hanya untuk meyakinkan semua orang kalau aku baik-baik aja. Mama bilang, lebih baik sesekali aku nunjukin ke orang-orang kalau aku tuh bisa ngerasain sedih, ataupun marah. Anehnya, aku bener-bener nggak bisa. Aku takut detik pertama aku nunjukin perasaan aku, detik itu juga semua orang akan kecewa. Kecewa karena Mentari yang selama ini mereka kenal, sebenernya gak kayak gini. [ Alfi ] Mentari, Mentari, Mentari. Gue capek denger nama itu. Satu sekolah ngidolain dia. Ramah, penyabar, suka menolong, selalu tersenyum, dan masih banyak lagi pujian-pujian yang datang dari semua orang terhadapnya. Gue malah berpendapat sebaliknya. Menurut gue, dia itu fake. Dia penipu. Senyum dia palsu, I’m sure that it’s just a disguise. Tapi semakin gue berpikiran yang buruk tentang dia, rasa penasaran gue makin memuncak. Sebenernya gimana sih diri dia dibalik senyum manisnya itu? Gue pengen banget tau. Gue harus tau. Misi pertama: gue harus munculin sesuatu yang lain di wajah dia, selain senyum.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALRIN
  • Dating Demi Gengsi
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Rahasia Dibalik Seragam
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • Love in Difference
  • Is LOVE
  • kiara's dream
  •  Cuman Kebetulan
  • 180° [END]
ALRIN

Arin seorang gadis cantik yang sangat sangat menyukai anak kecil, ia sangat ingin memiliki adik mungil tapi sayang kedua orang tuanya tidak mau mengabulkannya, arin sangat kesepian bila kedua orang tuanya pergi untuk urusan bisnis, tapi berkat tetangga nya yang memiliki anak bayi yang umur nya masih satu tahunan membuat arin tak merasa kesepian karna ia bisa bermain bersama anak tetangga nya itu, tapi ada saja yang mengganggu nya ketika ingin bermain bersama bayi tetangga nya itu Alfin, alfin hidayatulloh tetangga nya yang sangat di benci arin karna kejahilan nya dan kelakuannya dia orang yang paling menentang arin bila arin bermain bersama adik nya serin, mereka selalu bertengkar entah karna masalah sempele atau masalah yang tak masuk akal Namun apakah kebenciannya bisa merubah nya menjadi cinta atau mungkin tetap menajdi musuh nya? serin mamam apa tuh" "udah tau makan roti masih aja di tanyain" "gue kan cuman sekedar basa basi belaka dari pada gak nanya sama sekali emang nya elo abang yang gak punya hati udah tau tante sarah sibuk bukannya momongin adeknya lo malah kelayapan gak jelas masih untung ada gue kalo gak duh gue gak tau tuh pasti tante sarah bakal ribet banget" "oooo jadi lo gak iklas bantuin mami gue iya"

More details
WpActionLinkContent Guidelines