Kala Nala Menjadi Nada
Di sebuah desa di tanah Jawa, di antara hamparan sawah dan angin yang berbisik lembut, dua anak pernah tumbuh dalam kenangan yang sama.
Kanala Lavanya Adriana-Nala.
Farid Nattawin Kalingga-Mas Natta.
Sejak kecil, Nala selalu berlari menghampiri lelaki itu, seolah dunia kecilnya selalu bermuara di sana. Namun waktu berjalan, memisahkan langkah mereka tanpa sempat bertanya apakah hati juga ikut berubah.
Di rumah yang tak jauh dari sana, Mas Natta tumbuh bersama dua saudaranya.
Anak pertama, Aditya Daneswara Jatmika, kakak laki-laki yang tenang dan bijaksana.
Anak kedua, Farid Nattawin Kalingga, dengan sorot mata teduh yang menyimpan keberanian.
Dan yang paling kecil, Gilang Mahendra Jaladara, adiknya yang riang, dan selalu menghidupkan suasana.
Bertahun-tahun kemudian, ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Nala mulai mengerti satu hal bahwa beberapa orang memang tidak pernah benar-benar pergi.
Mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali.
Dan mungkin, sejak dulu, Mas Natta adalah nada yang diam-diam selalu hidup di dalam kala milik Nala.