Senja
  • WpView
    Reads 5,820
  • WpVote
    Votes 267
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 1, 2020
Apakah tuhan memang menciptakan ekspektasi dan mimpi agar manusia mengerti bahwa, kenyataan tak pernah berbanding lurus? Tuhan itu jahat atau baik sih? Ia tak pernah mengerti. Rasanya ingin hidup jauh lebih lama dari yang ia pikirkan. Namun ia mengerti hembusan nafasnya selalu menjadi beban untuk orang lain. Ia sungguh merupakan titisan senja bagi perempuan itu. Sungguh sangat indah dipandang dan memunculkan rasa ingin memiliki. Namun senja tak bisa dimiliki, ia milik banyak orang. Namun senja hanya datang sekilas dan menghilang. Ini adalah kisah mengenai senja, matahari, dan malam.
Creative Commons (CC) Attribution
#716
matahari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Jingga
  • Senja dan Langitnya
  • SENJA NATA [END]
  • For Sunrise [COMPLETED]
  • Halaman Terakhir Untuk Gara [END]
  • Hi Crush! (udah selesai)
  • ARGA [REVISI]
  • KEPERGIAN SENJA
  • Heartbeat

Senja itu indah, bukan? Dia terlihat menenangkan, damai, namun apa yg kita tahu lebih dari itu? Mungkin saja dia menyimpan emosi, dan kesedihan di dalamnya? Dan jingga, dia tak akan lepas dari senja. Senja dan Jingga yang ditakdirkan harus tetap bersama, saling melengkapi oleh semesta. Tanpa jingga, tidak akan ada yang namanya senja, dan tanpa senja, jingga pun tidak bermakna. Mereka akan sempurna saat bersama. Namun, ini bukanlah tentang senja berwarna jingga yang berada di atas langit sana--mereka hanyalah seorang kakak-adik yang saling melengkapi. Tentang Jingga--sang kakak yang harus menjadi tulang punggung keluarga, jadi ayah serta ibu untuk adiknya, dan harus tetap kuat disaat jiwa dan raganya sudah lelah. Semua itu hanya demi satu orang--adiknya. Senja. Senja terlahir tidak normal seperti anak-anak lainnya. Dia memiliki gangguan spektrum autisme hingga seringkali Jingga merasa cemas saat harus meninggalkan sang adik. Tak ada kerabat yang peduli, bahkan ayahnya pun lepas tangan, ia jarang sekali pulang. Kalaupun ia pulang, hanya untuk menuntut uang pada Jingga--untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Di tengah kerasnya kehidupan Di tengah kejamnya dunia Akankah Jingga menemukan cahaya bersama Senja? Ataukah Jingga dan Senja akan tenggelam, hilang ditelan langit yang gelap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines