SYAIR CINTA(SELINGAN)

SYAIR CINTA(SELINGAN)

  • WpView
    Reads 296
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2019
waduuuu ada pujangga yang sedang jatuh cinta niii....gimana jadinya yaa....pasti puitis banget yaa.... Di ceritaku kali ini akan sedikit dialog akan lebih banyak puisinya.... intinya ini adalah novel yang mewakili isi hati sang pujangga:')... puisi puisi yang tercantum disini bukan sepenuhnya karya author sendiri tapi author juga nggak bisa mencantumkan nama sang pencipta karena lupa siapa yang bikin dan dimana nemuinnya entah itu di buku atau blog. kenapa bisa lupa jawabannya karena semua puisi udah lama tersimpan di note hp. puisi yang diberi nama terang EY adalah murni karangan author sendiri laa yang nggak bernama dikasih tanda N.Y bila ada yang merasa salah satu puisinya dicantumkan di cerita ini monggo angkat tangannya dan author akan langsung mengikut sertakan nama kalian disini. sebelum dan sesudahnya saya ucapkan maaf dan trima kasih
All Rights Reserved
#64
pujangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • NA DAY'S | Na Jaemin [END]
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Poetry Love For Jaemin
  • Flying Kiss
  • Dear You.... [COMPLETED]
  • Bayangan | Na Jaemin
  • NIKUNG ፧ jaemren ✓
  • Lagu Cinta

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines