"Friendzone"

"Friendzone"

  • WpView
    Reads 67,934
  • WpVote
    Votes 3,959
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Mon, Dec 14, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Terkadang.. aku merasa kita hanya sebatas sahabat~ Terkadang.. aku merasa kita lebih dari sahabat~ Dan terkadang aku merasa aku bukan siapa siapa untukmu.. Sakit? Sudah pasti. Mencintai seorang pria yg jelas jelas hanya menganggap kita sahabat memang sangat menyakitkan. Marah? Apa aku punya hak untuk itu? Untuk apa aku marah,kalau dia cuma menganggapku sahabat. Ya sahabat.. miris memang! **** "Udah berapa kali gue bilang. Lo jangan deketin cowok mana pun! Cowok yg boleh ngedeketin lo itu cuma gue (Nama..)! Gue!" Bentak pria ini. Ya! Dia selalu membentak gadis ini jika gadis ini dekat dengan pria lain selain dia. "Dengerin penjelasan gue dulu baal! Gue deket sama Alwan cuma sebatas teman kelompok! Gk lebih!" Mata gadis ini mulai memanas. Sampai kapan ia akan berhenti melarangnya untuk berdekatan dengan pria lain? Sampai kapan? Batinya berteriak. "Bener sebatas teman kelompok? Gue gk yakin! Kalau sebatas teman kelompok kenapa tadi lo pegangan tangan gitu? Hmm.." bentaknya lagi. Ga
All Rights Reserved
#71
completed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Z A L E R A
  • A3 [AMEL AJI & ANUGERAH]✔
  • RAYXCAIN
  • Alsha
  • Algantara Darel (END & REVISI)
  • SPOILEDBOY
  • Angkasa
  • (bukan) JODOH [COMPLETED]
  • I'm a Girl, Bos!

" Masalahnya playboy itu jabatan yang udah melekat sama gue "- alzi menarik dagu Vera mendekat padanya hingga jarak keduanya terkikis. Vera mundur selangkah agar jarak keduanya tak begitu dekat, namun sebelum melakukan itu alzi sudah lebih dulu menarik pinggangnya posesif hingga membuat keduanya saling bertatapan, " Ya bukan gue juga target lo selanjutnya "- " hmm, cantik "- puji alzi sambil mengusap keringat yang ada di pelipis gadis itu. " Lepasss! "- sentak Vera berusaha menjauh dari alzi. Cinta? Aku pernah mencintai mu sedalam lautan, namun kau sama sekali tak pernah peduli. Tapi disaat aku meninggalkan mu, kau baru menyadari apa itu arti Cinta yang kuberi. Aku tak pernah membencimu padahal kau berulang kali menyakitiku, aku tetap menyayangimu walau kau tak pernah mengetahui hal itu. kau penyakit sekaligus obat atas luka tersebut. Miris? Memang hidupnya sangat lah miris, banyak orang yang dekat dengannya, namun tak banyak yang tau apa masalah hidup yang dihadapi. Kesabaran adalah kunci utama dalam menjalani hidup ini, kemarahan hanya bisa disimpan sendiri, tak ada yang bisa mengerti kecuali dirinya. " Apa papa pernah mikirin gimana perasaan aku?"- " Aku juga capek pa, aku pengen hidup bebas kayak yang lain, aku pengen bahagia pa, apa cuma aku yang harus punya hidup semenyedihkan ini?"- Hatinya teriris, otak nya penuh dengan pikiran - pikiran berat, ingin sekali ia berteriak pada semua orang jika dirinya sedang tak baik - baik saja, namun ia harus tetap dipaksa untuk tersenyum.

More details
WpActionLinkContent Guidelines