We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Home
  • WpView
    Reads 30,603
  • WpVote
    Votes 2,002
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 30, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"you're the only place I call home." Arga, cowok yang ceria, lucu, dan selalu menemukan kebahagiaan, jatuh cinta mati-matian pada cewek yang diam dan menutup dirinya sendiri. Arga harus selalu merubuhkan tameng yang Senja bangun dengan susah payah. Arga harus selalu mencari celah untuk masuk ke hati Senja. untuk memiliki tempat disana. Bahkan, jika akhirnya hanya jadi memori, Arga tidak akan keberatan. Senja adalah satu-satunya tempat ia bisa pulang, kembali dengan nyaman ke pelukan kehangatan. selayaknya sungai dengan dua arus yang berbeda, akankah cinta mereka terus mengalir? atau keduanya akan berhenti mencoba dan hanya diam di tempat?
All Rights Reserved
#434
on
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Senja(TAMAT)
  • Chronophile [END]
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Annoying Girl (Selesai)
  • Tanyakan Namaku Pada Senja
  • ALSENJA
  • ALGASYA ; STEP BROTHER
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • BAD LIAR (Completed)
  • Karena Piknik Kilat  ✔ (REVISI)

"Dari Senja Aku belajar apa itu Ikhlas" Dibawah lukisan yang Tuhan ciptakan. Semburan jingga yang memabukan pun memilukan. Gadis itu bersimpuh, terdiam tanpa sepatah kata pun. Pikirannya melayang pada tiap memori yang ia lewati bersama pria setengah fajar nya. Hatinya menjerit, suaranya melengking naik, air mata tak berhenti mengucur. Pandangannya terpaku pada gundukan tanah didepannya, yang telah mengubur separuh dunianya. "Dihari ini dan waktu ini. Kamu melepas genggamanku! Ini lebih buruk dari mimpi buruk sekalipun. Dulu Aku punya Dirimu, dan sekarang Aku hanya punya Aku dan semua kenangan Kita"

More details
WpActionLinkContent Guidelines