We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
A Gift From God

A Gift From God

  • WpView
    Reads 28,345
  • WpVote
    Votes 1,431
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 14, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kadang tidak habis pikir, kenapa orang-orang di Jakarta rela pergi pagi pulang pagi agar bisa membeli rumah di kawasan elite namun pada akhirnya tidak ditempati. Namun ada lagi yang lebih membingungkan, sepasang suami-istri yang katanya atas dasar cinta menikah lalu melahirkan buah cinta ke dunia namun tidak sekalipun kedua tangan mereka digunakan untuk mengusap lembut wajah anaknya. Miris. Ironis. Tragis. Ada tangis yang begitu pilu pecah dari kamar seorang cewek di sudut kota Jakarta. Sudah tidak terhitung dengan jari berapa kali dia menangis dan merutuki diri. Nyatanya, tangisnya tidak merubah apa-apa, rumahnya tetap sepi tanpa kedua orang tuanya, lalu cewek itu hanya bisa memasang senyum palsu, siap menghadapi dunia dengan angkuh. Ada juga tangisan tanpa suara keluar dari kamar cowok di sudut lain kota Jakarta. Hidupnya bahagia, andai pengalaman cintanya tidak menempatkannya menjadi cowok lemah dan memiliki trauma. Di luar boleh saja terlihat angkuh, tapi sekali sisi sensitifnya tersentuh maka cowok itu akan rapuh. Highest rank : #59 in teenlitindonesia [16/01/19] #38 in teenlitindonesia [30/01/19] #22 in teenlitindonesia [06/02/19]
All Rights Reserved
#481
teenlitindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • CLASS F
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Problem's love ✔
  • You're Mine Alexa
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • About ATHAYA ✔#pastelwattpadseries
  • Kokolala Love (TAMAT)
  • Yang Terluka

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines