We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BLINDED (My Arrogant CEO)

BLINDED (My Arrogant CEO)

  • WpView
    Reads 125,454
  • WpVote
    Votes 6,210
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 30, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Surrender to me, kita sama-sama tau apa yang kita mau." Keiran melangkah maju hingga jarak mereka kurang dari sejengkal. "Kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan." Andra mati-matian mempertahankan posisinya. Mundur, nanti dikira dia terintimidasi, maju, well, siapa yang bisa menahan diri untuk tidak menyentuh laki-laki ini? Andra menggeleng kuat-kuat. Keiran tersenyum, seakan tau efek yang dia berikan pada wanita keras kepala di depannya. "Tapi aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, dan aku ingin kamu." "Keep dreaming, gue nggak mau dipecat gara-gara pacaran sama lo ya, boss gue sendiri." "Atau aku bisa pecat kamu sekarang. Setidaknya kamu tidak akan punya alasan menolakku hanya karena kita rekan kerja di kantor." "Rekan kerja? You're my freaking boss." "Exactly, alasan kenapa wanita-wanita itu suka sama aku." "Gue bukan salah satu wanita-wanita itu." "That's why I want you." (ROUGH DRAFT. YOU'VE BEEN WARNED)
All Rights Reserved
#984
metropop
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Dear Boss's Daughter
  • (Un) finished Business - END
  • Jangan Pergi, Ayi
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Say Bye
  • Eat, Drink, and Be Married (COMPLETE)
  • My Sweetest Popcorn

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines