After The Rain

After The Rain

  • WpView
    Reads 487
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 19, 2016
"Kau menyukai hujan?" "Tidak. Karena ia membuatku menangis." "Aku merindukanmu, Lavenderku." "Apa kau lebih memilihnya daripada aku?" "Kucing itu mati." "Karena kau yang hanya mengerti diriku." "Maafkan aku karena telah meninggalkanmu." "Aku takut, ia akan membunuhku." Vanny, setelah hubungannya berakhir dengan Dika, ia pikir mungkin akan bahagia lagi. Keinginannya terwujud setelah bertemu dengan Rendy, pacar yang akan menjadi tunangannya. Namun saat Dika datang meminta maaf setelah setahun tak bertemu dengannya. Semakin banyak yang terjadi, kematian, ketakutan, keraguan akan segala hal yang terjadi. Semua dimulai sejak kucing kesayangannya mati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Pluviophile: Sang Pencinta Hujan | ✔
  • Promise
  • -AFTER RAIN-
  • HER SHADOW
  • Perihal Hati
  • AFTER RAIN : 10 YEARS LATER [☑]
  • Gadis Hujan
  • Not Your Fault [SELESAI]

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines