Dapat Memiliki

Dapat Memiliki

  • WpView
    Reads 2,002
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 16, 2016
CHAPTER 1 Seorang gadis polos nan lugu sederhana namun sebenarnya ia terlihat begitu cantik dan pandai, gadis itu berusia 15 tahun tinggal di sebuah Desa di wilayah Bandung Jawa Barat, ia bernama Prilly lebih tepatnya PRILLY ANGGARATAMA. Ia tinggal bersama ayah, kakak, serta adiknya karena ibunya sedang tidak berada di Indonesia, ibunya bekerja di luar negeri tepatnya di Malaysia. Prilly adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara. Prilly asli keturunan sunda karena ayah dan ibunya sama-sama orang sunda. **** Setiap harinya prilly selalu terlihat sibuk setelah sebulan yang lalu ibunya pergi kembali meninggalkan prilly dan keluarganya ke Malaysia karena ibunya bilang ia pulang kerumah hanya mengambil cuti yang di berikan selama 1 bulan setelah itu ibunya pergi lagi mungkin akan pulang sekitar 3 tahun lagi. Prilly selalu berharap semoga ibu nya diberi kesehatan dan keselamatan disana karena jauh dari keluarga, sejujurnya prilly sangat sedih dan selalu rindu kepada ibunya. Namun harus bagaimana l
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Bahagiaku
  • Pesan Terakhir
  • ɪ ʙᴇᴄᴀᴍᴇ ᴀ ᴘᴏᴏʀ ᴘʀɪɴᴄᴇ
  • 🄸🄽🄳🄾 🅈🄾🅄'🅁🄴 🄼🄸🄽🄴 {Tamat}
  • ꜱᴏʀʀʏ ɪ ʟᴏᴠᴇ ʏᴏᴜ :)  (Tamat)
  • Kenangan Terindah
  • MY HANDSOME DRIVER
  • MY LOVE STORY
  • FATHER, MOTHER, MY BEST FRIEND I MISS YOU
  • "ACCIDENT IN HIGH SCHOOL"
  • I will meet you
  • Cinta Sejati Ku.. [Completed]
  • Bukan Cinderella
  • Mr ferfect my Husband (TAMAT)
  • Ajari Aku Untuk Mengenal cinta
  • My Hijab
  • Love is never wrong!! (AliPrilly)
  • Pewaris Tunggal
  • Inilah Akhir Kisahku

Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.

More details
WpActionLinkContent Guidelines