Wrong Love (HIATUS)

Wrong Love (HIATUS)

  • WpView
    LECTURAS 197
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, oct 25, 2016
Dahulu kita pernah sama sama menguatkan. Pernah sama sama takut kehilangan. Kamu adalah seseorang yang kucintai dengan sangat. Sementara bagimu aku adalah pemilik pelukan paling hangat. Seseorang yang kamu inginkan berlama lama denganmu. Menikmati hujan dan membunuh waktu. Kita tidak perlu kemana mana jika berdua. Bersamamu segalanya terasa seolah sempurna. Aku ingin waktu berjalan lebih lambat, agar aku bisa mentap matamu lamat lamat. Menikmati segala hal yang kamu sembunyikan di balik bibirmu. Mengecup segala keresahanmu akan hal hal yang menakutimu. Kamu adalah bagian terindah dari hujan, yang membuat aku betah berlama lama tanpa perlu mengatur tujuan. Kita sering berdoa agar hujan turun lebih lama. Agar kita terkurung dan memiliki alasan untuk tidak perlu kemana mana. Sebab, katamu, bersamaku apa pun akan terasa lebih hangat. Bahkan betapa dinginnya hujan yang turun, kamu selalu percaya, hujan tak lebih dingin dari pada kesendirian yang sering datang. Quotes from the book: Hujan, Senja dan Cerita. Karya: Boy Candra Copy Right© 2016 Story by SNRahma99 Sumber by @nurulaugita17
Todos los derechos reservados
#3
cousinzone
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lovakarta
  • Arga
  • The Fate Of My Life (END)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Antara Kau dan Sahabatku [Completed]
  • The Beloved Mr Bad
  • Hujan Tanpa Senja
  • Bi 비 (Rain)
  • Memories in Moon
Lovakarta

[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido