Story cover for Asa by ndhchan
Asa
  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Nov 09, 2015
Ia menyesap minumnya pelan, lalu memandang keluar jendela. Musim dingin telah tiba. Bibirnya tertarik melengkung ke atas, melihat butiran-butiran salju melayang-layang di luar. Sudah lama ia menantikan momen ini. Dia menyandarkan tubuhnya ke kursi, lalu menutup matanya sambil menghela napas. 'Kalau boleh, aku ingin musim dingin ini berlangsung selamanya. Sampai aku mati.'

Sementara itu, di luar sana--tepat di seberang cafe itu, seseorang memperhatikannya. Senyuman pertama yang ia lihat dari gadis itu. Senyuman yang membuatnya ikut tersenyum walau hanya terlihat dari jauh. Ya, hanya dari jauh. Karena jika dia mendekat, itu hanya akan membuatnya membeku. Beku seperti terkubur dalam tumpukan salju.
All Rights Reserved
Sign up to add Asa to your library and receive updates
or
#429classic
Content Guidelines
You may also like
To Kill a Queen by gitablu
9 parts Complete Mature
Desas-desus itu tersebar. Dimulai dari kalangan pelayan dan suruhan di Arendelle. Tidak perlu waktu lama bagi mereka, untuk mengetahui sesuatu terjadi di dalam istana. Tidak lagi, sejak pintu istana terus terbuka. Namun mereka menyadari posisi mereka. Tak sanggup untuk berbicara, apalagi mengadu. Terdiam akan nasib, mereka memutuskan tidak melakukan apa-apa. Menutup mata, dan menganggap hal itu tak pernah terjadi. Dimulai dari kalangan pelayan, desas-desus itu akhirnya sampai ke telinga petinggi Arendelle. Hal ini membuat orang-orang dengan kedudukan itu, menjadi agak resah. Mereka mengetahui sesuatu, namun mereka teralu segan bertindak. Hingga akhirnya desas-desus itu menjadi sesuatu yang tidak lagi dibicarakan. Tak pernah ada yang berani membahasnya. Mereka yang tahu, hanya mengangkat bahu, atau berpura-pura berpaling. Walaupun, mereka digelayuti oleh beban besar di hati mereka. Dosa besar yang tak termaafkan. Tak terampuni. Tapi, apakah mereka sanggup melawannya? Saat ini, tak ada yang berani berucap. "Itu tak pernah terjadi. Tidak mungkin.. Diam, dan jangan kau ungkit lagi." Hardikan halus, namun berbahaya itu selalu menluncur keluar dari tiap bibir orang yang tahu. Namun itu cukup untuk membungkam siapapun, dengan mata ketakutan dan kulit pucat pasi. Musim dingin abadi kembali menyelimuti Arendelle. Bukan musim dingin yang membekukan tulang, dan membuatmu mengigil memohon. Melainkan situasi dingin, yang sangat membuat frustasi, cemas, dan mengkhawatirkan.
You may also like
Slide 1 of 7
Bentangan Payung Biru cover
Winter Glow cover
To Kill a Queen cover
FAKE LOVE ||Jaemren|| END cover
she is Winter ✓ cover
Winter Vs Spring cover
Silent Art | Hyunlix cover

Bentangan Payung Biru

33 parts Complete

"Gue cuma mau bilang, kalo lo yang sekarang itu aman. Gue pikir, ketakutan semakin dibawa lari akan semakin besar bayang-bayangnya. Mungkin dengan lo balik lagi ke tempat tinggal lo yang lama, sedikit banyaknya itu bakal bawa perubahan di hidup lo." Dari perkataan itu, Kevin memutuskan mengambil satu langkah besar dalam hidupnya. Ia kembali dipertemukan secara ajaib dengan seorang gadis yang pernah membentangkan payung biru di atas kepalanya. Di bawah bentangan payung biru itu, sebuah cerita tercipta. Benturan waktu dan garis takdir. Banyak yang bilang, dunia itu sempit. Manusia kembali dipertemukan dengan seseorang yang pernah mereka temui di masa lalu. Namun, bagaimana jika manusia yang sempat bertemu, kembali dipertemukan karena sebuah benang merah tak kasat mata yang masih mereka genggam di kedua ujungnya? Mereka akan merajut sebuah cerita baru atau menyelesaikan cerita yang belum usai.