Eccedentesiast

Eccedentesiast

  • WpView
    LECTURI 217,744
  • WpVote
    Voturi 17,407
  • WpPart
    Capitole 31
WpMetadataReadPentru adulțiComplet sâm, oct 24, 2020
Itu sebutanku untuk diriku sendiri "eccedentesiast" dimana seseorang menyembunyikan kesakitannya dibalik senyuman. -Rebecca Tanur Deacon- Dulu ia adalah orang yang jahat, hatinya dipenuhi dendam yang tak berkesudahan. Tapi seiring berjalannya waktu ia sadar jika dendam hanya akan menambah luka dihidupnya. Awalnya ia berharap jika berubah menjadi lebih baik akan mendatangkan kebahagiaan untuknya, tapi nyatanya tidak. Luka hatinya semakin bertambah saat pria yang membuatnya bertekad untuk menjadi lebih baik sekaligus pria yang dicintainya dengan tulus, mengkhianatinya. Hatinya perlahan mati rasa saat ia menikah dengan pria itu karena bayi yang dikandungnya. Ia harus rela saat menjadi istri kedua pria itu. Dan darisinilah, ia mulai lihai bermain peran, bermain diatas kesakitan dibalik senyumannya. Tapi sampai kapankah ia akan bermain dalam kubangan kemunafikkan?? Apakah sampai hatinya mati rasa total? Entahlah tak ada yang tahu. Tapi satu hal yang pasti tak ada manusia yang dapat hidup dengan topeng selamanya.
Toate drepturile rezervate
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Behind The Smile
  • Secret Life
  • How Dare I
  • LAVANYA
  • How Do We End Us?
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Secret Of Marriage
  • ...
  • Deretha's Madness

Ini tentang Shaila, yang mengalami gangguan kesehatan mental dan berulang kali mencoba bunuh diri. Shaila suka membuat onar, melemparkan kalimat menyakitkan, lalu bersikap seolah tak ingat apa-apa. Hingga suatu hari ia mengalami teror mengerikan dan sejak saat itu kenangan buruk di masa lalunya terus berputar seperti kaset rusak. Kenali juga, Caramel, yang selalu disalahkan dan dibandingkan. Diam-diam Caramel gemar merokok bahkan mengonsumsi alkohol. Diam-diam juga, Caramel sangat takut pada keramaian. Kalian pun akan bertemu Fathia, yang selalu mengenakan masker karena rasa tak percaya diri dengan wajahnya yang berjerawat. Sering mencintai dengan tulus, tapi tak pernah dicintai kembali dengan tulus. Terakhir, Eveline, yang selalu dijadikan bahan lelucon karena tubuhnya besar. Hingga jatuh hati pada seorang lelaki dingin dan penggila game membuat Eveline bertekad untuk merubah dirinya. Setiap orang memiliki rahasia yang tak boleh diketahui dunia, kenangan buruk yang tak mau diingat dan rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jadi ... topeng apa yang mereka gunakan untuk menutupi masalah? Jika topeng itu hancur, mana yang mereka pilih; menyatukan kembali puing-puing topeng dan tak memberi jeda untuk menangis atau menyerah karena kalah dalam kepura-puraan?

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut