Eccedentesiast

Eccedentesiast

  • WpView
    Membaca 217,743
  • WpVote
    Vote 17,407
  • WpPart
    Bab 31
WpMetadataReadDewasaLengkap Sab, Okt 24, 2020
Itu sebutanku untuk diriku sendiri "eccedentesiast" dimana seseorang menyembunyikan kesakitannya dibalik senyuman. -Rebecca Tanur Deacon- Dulu ia adalah orang yang jahat, hatinya dipenuhi dendam yang tak berkesudahan. Tapi seiring berjalannya waktu ia sadar jika dendam hanya akan menambah luka dihidupnya. Awalnya ia berharap jika berubah menjadi lebih baik akan mendatangkan kebahagiaan untuknya, tapi nyatanya tidak. Luka hatinya semakin bertambah saat pria yang membuatnya bertekad untuk menjadi lebih baik sekaligus pria yang dicintainya dengan tulus, mengkhianatinya. Hatinya perlahan mati rasa saat ia menikah dengan pria itu karena bayi yang dikandungnya. Ia harus rela saat menjadi istri kedua pria itu. Dan darisinilah, ia mulai lihai bermain peran, bermain diatas kesakitan dibalik senyumannya. Tapi sampai kapankah ia akan bermain dalam kubangan kemunafikkan?? Apakah sampai hatinya mati rasa total? Entahlah tak ada yang tahu. Tapi satu hal yang pasti tak ada manusia yang dapat hidup dengan topeng selamanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Secret Life
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • Behind The Smile
  • LAVANYA
  • His touch, Her desire
  • Deretha's Madness
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • Serpihan Luka

MATURE CONTENT. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA [ 21+ ] Dia mendekat ke arahku, bagai dewa kematian yang siap menjemputku. Auranya dingin, menakutkan, dan begitu gelap. kata-kata itu sangat cocok untuk disematkan pada dirinya. Aku seperti pernah melihatnya, mata hijau kebiruan itu. Dimana tapi? Aku bahkan tidak dapat menggunakan otakku dengan benar. Tangannya menyentuh tengkukku. Hal gila yang tak pernah terjadi kepadaku. Jika aku masih waras harusnya aku menendangnya atau bahkan memukulnya saat ini juga. Bagaimana bisa orang asing menyentuhku?! Aku pernah membuat kepala artis terkenal bocor karena memukulnya dengan heels, dia seenaknya memelukku dari belakang saat aku sedang di club malam. Hal gila macam apa yang sedang aku alami? Mataku terpejam seakan menikmati sentuhannya, aku yakin aku sudah tak waras. Aku yakin sesuatu yang buruk akan terjadi kepadaku. Apa yang harus kulakukan? Tubuhku seakan menyambut ketika bibirnya tiba-tiba menempel di bibirku. Sial! Dia adalah orang yang paling menyebalkan dalam hidupku. Bagaimana bisa?! Tapi kami begitu larut, tubuh kami seakan-akan memang ditakdirkan untuk bersama. Larut dalam kenikmatan malam ini, larut dalam buaian satu sama lain. -Jane Bennett

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan