The Past and The Future

The Past and The Future

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 11, 2015
Melangkahlah dan jangan pernah lagi berbalik badan. karena sejujurnya masa lalu adalah sebuah pembelajaran untuk masa depan. mungkin jika tidak ada sebuah masa lalu, takkan mungkin juga pernah ada masa depan. Ais B Kejora, seorang wanita yang kelihatan selalu bahagia itu mempunyai sebuah kesedihan yang amat mendalam. Mantan calon suaminya tersebut meninggalkan dia dengan sejuta kenangan indah yang membuatnya harus selalu terpuruk dalam masa lalu. Ais B Kejora, bukan seperti batu karang yang selalu tegar menghadapi ombak menerjang. Tapi, Ais B Kejora adalah wanita yang selalu mencoba untuk menjadi tegar agar bisa selalu membuat sahabat-sahabatnya tenang dan tidak mengkhawatirkan dirinya terus menerus. Dan disaat Ais B Kejora masih bergelung dengan masa lalunya, seorang dokter tampan yang sangat amat mempunyai sebuah kepribadian dingin mengganggunya. Memporak-porak pandakan hati Ais B Kejora hingga dia merasa sangat menghianati cinta mantan calon suaminya tersebut. Tetapi, jika hati telah memilih sanggupkah kita masih dengan memakai sebuah logika jika yang ada kita nanti juga yang akan tersakiti? Akankah seorang Ais B Kejora yang telah lama bergelung dengan sebuah masa lalu melangkahkan kakinya untuk sebuah masa depan dan takkan pernah lagi berbalik? Dan akankah seorang Airlangga Brawijaya bisa mendapatkan hatinya tanpa harus menjadi bayang-bayang mantan calon suaminya tersebut?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESA PUNYA CERITA
  • BULIR CINTA [END]
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Can Is Mine
  • Rasa Dalam Sujudku
  • PAMIT (END)
  • LOVE IS DESTROYED [COMPLETED]
  • Maaf untuk Berpisah

Azis Mahendra selalu hidup mewah di kota, terpaksa ikut keluarganya mudik ke desa. Ia kesal-baginya, desa terasa asing, tak nyaman, dan jauh dari standar hidupnya. Namun semua berubah ketika ia bertemu Ratih Prameswari, gadis desa 15 tahun yang hangat dan ramah. Mereka pertama kali bertemu di pasar. Azis merasa risih dengan bau amis dan suasananya yang ramai, sementara Ratih justru tertawa melihat kepanikan Azis. Percakapan singkat mereka dalam bahasa Jawa halus jadi pembuka hubungan mereka. Hari-hari berikutnya membawa mereka ke kebersamaan yang tidak direncanakan. Mereka naik sepeda menyusuri jalanan desa, melewati sawah, tertawa saat tercebur parit karena ceroboh. Azis mulai menikmati suasana desa yang dulu ia remehkan. Dua minggu yang awalnya membosankan berubah jadi hari-hari penuh warna. Namun waktu terus berjalan. Azis harus kembali ke kota. Di ujung desa, mereka saling menatap dalam diam. Tak ada kata perpisahan, apalagi janji. Hanya perasaan yang tumbuh tanpa pernah terucap. Ini bukan kisah cinta yang selesai bahagia. Tapi tentang perbedaan, tentang waktu yang terlalu singkat, dan tentang cinta yang hadir tanpa pernah benar-benar bisa dimiliki. Apakah perasaan itu akan bertahan? Ataukah akan jadi kenangan yang perlahan memudar bersama waktu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines