We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Almost Lost

Almost Lost

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 22, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
"Tidak sir saya di jebak, tolong percayalah padaku, saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu" Tangisan ku pecah saat mengetahui fitnah ini "TIDAK! Aku sudah kecewa padamu, sebaiknya kau segera angkat kaki dari perusahaan ini" dengan tampang sanagrnya dia memarahiku "Sir tolong sir, kali ini beri saya kesempatan sekali lagi untuk menujukan bahwa saya tidak salah dalam hal ini sir tolonglah, jangan pecat saya, saya mohon sir" aku mencoba memberi keyakinan pada atasanku ini "Sekali saya bilang TIDAK ya TIDAK! cepatlah pergi dari hadapanku aku sudah muak melihat muka munafikmu itu!" hanya seduhan tangisan ku yang bisa aku keluarkan dari mulutku, aku tidak bisa lagi membela diriku sendiri kepada atasan ku ini, badanku lemas tak berdaya, aku di fitnah sekeji ini, ya tuhan apa salah hambah mu satu ini dan di tamabah aku di pecat dari perusahaan ini, ohh ini seperti bencana bagi ku "baiklah sir"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEBAKAN CEO NAKAL (21+)
  • My Duchess / End
  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • penyesalan kirana
  • Hanya Untukmu
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • the other side
  • Jangan Pergi, Ayi

[21+] Ada adegan dewasa yang eksplisit! Dia terbiasa memegang kendali-di ruang rapat, di ranjang, bahkan di hati wanita-wanita yang cuma mampir sementara. CEO muda berusia 27 tahun ini bukan hanya tampan dan tajir, tapi juga tahu persis bagaimana membuat wanita kehilangan akal sehat... dan pakaian. Lalu datanglah asisten pribadinya. Gadis polos dengan mata bening, rok selutut, dan nada bicara sopan yang justru menggoda naluri liarnya. Ia tak pernah menyentuh karyawan-sebelumnya. Tapi gadis ini? Dia terlalu lugu untuk dunia yang penuh jebakan seperti ini. Terlalu mudah diprovokasi. Terlalu manis saat menunduk. Dan terlalu cepat basah hanya karena satu bisikan di telinga: "Lembur di tempatku malam ini." Semula hanya permainan dominasi dan hasrat. Namun yang tak mereka sadari-ada batas tipis antara nafsu dan rasa. Dan begitu keduanya terjerat, tak ada yang bisa keluar tanpa luka... atau tanpa klimaks yang berulang-ulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines