Venus And Mars

Venus And Mars

  • WpView
    Reads 39,763
  • WpVote
    Votes 419
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Dec 12, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
[ Jangan lupa follow ya untuk membaca cerita ini, ini di republish tanpa revisi karena cerita lama. ] Aku sangat cantik harus ku sombong kan itu, walau otakku memang kosong. Tak ada Pria yang mampu menolak ku termasuk kau Mars sekali kau terjerat oleh pesonaku kau takkan bisa lepas. Venus Raymond Aku harus tahan godaan dan menghindarinya wanita itu, wanita yang sama mematahkan hatiku bertahun-tahun lalu. Lalu kembali dengan segala kecantikannya. Mars Killian
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • OBSESSION
  • Tamara [ End ] ✓
  • A WEDDING STORY
  • Caramel Sunset (COMPLETED)
  • MDCF [TAMAT]
  • obsesi seorang mantan pacar
  • One First Touch Naked
  • SeXy LiaR

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines