Love In Aussie (New Edition)

Love In Aussie (New Edition)

  • WpView
    Reads 53,199
  • WpVote
    Votes 2,258
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 31, 2016
=Available on -> https://shope.ee/400dCTF85J Kita tak bisa menentang takdir. Sama seperti kita yang tak bisa menentang pemberi takdir itu. Dialah yang menggerakkan hati untuk setiap kecenderungan pilihan yang kita ambil. Qamira Nafisah : Aku tak punya pilihan lain selain mengiyakan semua syarat yang Papa-Mama ajukan jika aku ingin kuliah di Aussie. Berkuliah di sana adalah mimpiku dari dulu. Tapi bagaimana kalau ternyata tetangga depan rumahku malah melamarku dan menawarkan dirinya untuk menjagaku disana? "Sayang, tak ada tempat teraman seorang wanita selain berada di sisi suaminya. Kau akan terlindungi baik lahir maupun batin di negeri asing itu Mira.." Ucap Papa tegas. Dan sekarang hanya ada dua pilihan untukku. Menerimanya dan meraih mimpiku atau menolaknya dan melupakan mimpiku untuk selamanya. Zain Alfatih : Aku bisa menjaganya sekaligus menjaga diriku dari hal-hal yang tak diinginkan di negeri bebas ini. kepulanganku ke kampung halaman akhirnya membawaku untuk segera melamarnya dan berjanji akan menjaganya baik lahir maupun batin di negeri asing itu. untuk pemesanan cek profil :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • As Possible
  • SM 2 : Unsecret Marriage ✅(COMPLETE)
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Story of Andika & Alvira
  • Love In Aussie
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • My Love is on Paper

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines