Sepucuk surat untuk teman yang baik

Sepucuk surat untuk teman yang baik

  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Nov 13, 2015
WpInfo
Poetry
Hai kita berjumpa lagi... Terimakasih sudah kembali membuatku aman Terimakasih untuk bertanggung jawab atas hal-hal kecil padaku Terimakasih tetap mau menjadi labuhan emosiku Terimakasih atas pemahamanmu terhadap situasiku Tidak mudah ada disituasimu Tapi lebih rumit jika aku memaksakan Apapun yang terjadi setelah ini pada kita Bersabarlah Kau tahu resikonya Aku tahu akibatnya Semua berkata bahagianya aku memilikimu Ya aku bahagia. Tapi ini tidak semudah yang mereka ucapkan Saat aku harus mampu menahan semuanya saat bersamamu Apapun nanti akhirnya surat ini akan tetap menggambarkan semua yang terjadi Apapun nanti akhirnya bersamamu memadangi jalan pun terasa indah saat ini Apapun nanti akhirnya perbincangan kita menjadi lagu lagu indah terngiang dikepalaku Apapun nanti akhirnya...Terimakasih
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Sekian Kalinya [END]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Cerita Tentang Kita
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Remaja
  • You're Here, But Not For Me
  • Sekali Lagi (End)
  • Kamu [SELESAI]✔

(BEBERAPA PART DI PRIVATE. FOLLOW TO READ IT!) "Manusia tidak akan pernah abadi. Tapi cinta, akan selalu abadi bersamamu." Wanita itu berharap bahwa ia bermimpi sekarang. Bagaimana bisa, sosok yang ia ketahui sangat mencintainya, berlalu begitu saja meninggalkan jejak kepahitan. Hari berlalu bagaikan sewindu. Begitu lama. Dan selama itu pula rasa sakitnya masih bermuara di dalam sana. Hingga suatu hari, seseorang datang dalam hidupnya. Membangkitkan binar di mata birunya lagi. Membangkitkan gelora yang selama ini terpendam. Namun ternyata tidak semulus itu. Sakit hati dan kepahitan perlahan menghujaminya kembali. Sampai ia tahu suatu kebenaran. Kebenaran yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Kebenaran bahwa ia berada diantara dua cinta. Cinta yang sebelumnya sempat ia ragukan. Cinta yang begitu sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines