Violyn's Guitar

Violyn's Guitar

  • WpView
    reads 3,050
  • WpVote
    Stemmen 240
  • WpPart
    Delen 27
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd maa, feb. 6, 2017
Violyn Alveera Lacerta. Nama yang indah sekaligus aneh bagiku. Entahlah, mengapa ayah memberiku nama itu. Violyn? Violin? Biola? Ah, bahkan sampai sekarang aku belum bisa memainkannya. Jangankan memainkannya, menyentuhnya pun sudah sejak lama tak ku lakukan. Bukannya aku tak ingin belajar memainkan alat musik yang selama ini digeluti ayahku. Aku hanya tidak tertarik. Aku bukan anak yang hiperaktif, tapi aku lebih cenderung pendiam. Aku juga suka ketenangan. Aku suka mengamati bintang dan yang lebih penting, aku suka bermain gitar. Sebenarnya aku tidak terlalu anti sosialita, tapi menjadi famous dan dikenal banyak orang, membuatku muak. Lebih baik menyendiri dengan gitarku daripada harus dikenal orang banyak yang aku tahu pasti banyak yang bermuka dua. Yah, mungkin hidup seperti ini membosankan bagimu. Tapi aku suka. Sampai pada suatu saat seseorang itu mengacaukan segalanya, merebut kendali kinerja organ tubuhku dan membuat pertahanan pintu hatiku goyah. Apa iya kita pernah bertemu sebelumnya? Mengingatnya saja enggan ku lakukan. Lalu, untuk apa dia memohon berteman denganku, padahal masih banyak diluar sana yang juga ingin berteman dengannya. Kisahku dimulai disini.
Alle rechten voorbehouden
#25
cosmic
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Stay or Go
  • Lolly [END]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • SHIZUN
  • Annoyingly yours: Duplikat (one Soul, Two Devils)
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • The Five Blue
  • Pretty Careless
  • [ BL ] Aku adalah Anak yang Malang. [Berhenti]
  • Biola Dan Lukisan .

Cerita 1 Kenapa takdir selalu mempermainkanku? Mengapa takdir merenggut orang-orang yang aku sayang? Dulu sahabatku, keluargaku, lalu sekarang kekasihku. Apakah tidak cukup melihatku selalu menderita? Mengapa takdir tak pernah mengizinkanku tuk bahagia? ~~~~~~~~~~~~~~~ "Lo itu punya telinga gak sih? Gue kan udah bilang, pergi dari sini! Jangan pernah lo muncul didepan gue! Gue muak sama lo, pergi gak lo!" "Lo fikir gue beneran cinta sama lo? Gak akan pernah. Lo itu cuma cewe pelarian gue saat cindy pergi. Sekarang cindy udah datang, jadi mending lo jauh-jauh dari gue. Gak usah muncul didepan gue, ganggu aja lo!" "Lo bakal nyesel kak, kalo lo tau yang sebenarnya. Gue bakal bawa kak kia pergi jauh dari hidup lo, biar lo puas. Tapi ingat kak, gue gak akan pernah biarin lo ketemu kak kia lagi. Ingat itu kak!" "Makasih kak, sudah mengenalkan aku seperti apa rasanya dicintai. Dan makasih juga, karna kakak sudah mengenalkan aku seperti apa rasanya sakit hati. Kakak tenang aja, aku bakal pergi kok. Aku pergi bukan karna aku menyerah, tapi aku pergi karna kakak yang memintanya. Terima kasih untuk semuanya kak, semoga kakak bahagia." ~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Akankah kiara memilih untuk bertahan? Ataukah dia memilih tuk menyerah? By Inayah Wulaningsih

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen