Janji Es Krim

Janji Es Krim

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 15, 2015
Minggu pagi yang ceria, seorang gadis berambut panjang tengah duduk bersandar di kursi taman menikmati udara yang sejuk. Rambutnya dibiarkan tergerai. Diayun-ayunkannya kaki jenjang itu. Benda yang menempel di kedua telinganya mengalunkan nada-nada teratur yang merdu. Pepohonan rindang dan bunga-bunga yang tumbuh asri di sekitar taman menambah kesan indah. Senyum di wajahnya memancarkan sosok gadis periang nan ayu. Rain, Rey panggilannya. Situasi pagi itu mungkin mengalihkan Rey dari masalah rumit yang dihadapinya pada akhir bulan Oktober ini. Masalah itu muncul satu-persatu, mulai dari cinta, sekolah, keluarga, cita-cita, teman, juga lainnya. Namun baginya, cinta yang paling rumit. Rey membuka tas kecil di sampingnya dan mengambil buku berwarna biru. Dibukanya perlahan, tersebar banyak fotonya bersama sahabat-sahabat terdekatnya. "Rey." Seseorang menepuk pundak Rey. Refleks Rey menjatuhkan buku itu lalu menoleh. "Ah, Kevin. Ngagetin aja." Rey segera mengambil buku yang terjatuh lalu memasukkannya ke tas. Hening. "Boleh aku duduk di sampingmu?" Kevin membuka percakapan. "Iya." "Rey, aku tahu kamu kecewa dengan sikap Sky yang berubah. Tapi mungkin dia berubah menyesuaikan diri dengan keadaan. Pergi ke negara lain dan kembali ke asal itu susah untuk mengadaptasikan diri, Rey. Ayolah, realistis. Jangan egois. Dia juga butuh waktu untuk membiasakan diri." "Aku mengerti, tapi.." "Tapi apa? Karena dia lupa sama kamu? Kamu salah memiliki rasa itu, kamu nggak pantas memiliki Sky. Kamu nggak cocok dengan pemuda tampan dan berkelas seperti dia. Lagi pula, sekarang kan Sky udah punya pacar." Rey tersentak kaget menelan ludah. Memang Rey cemburu dan Rey pun bukan siapa-siapanya Sky. Tapi Rey hanya bingung, kenapa orang-orang selalu menyalahkannya, bahkan sahabat sekali pun. Ah, tidak ada yang mampu mengerti Rey. ··¤¤·· bersambung ··¤¤··
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terlalu Malas Jatuh Cinta ✓
  • Rejjan - ZIO's PAPA!
  • Mokondo's Karma
  • Complete (END)
  • R&N (ON GOING)
  • 🧸 𝗢𝗻𝗹𝗶𝗻𝗲 𝗙𝗿𝗶𝗲𝗻𝗱𝘀 🧸
  • Karma {M-preg}
  • Entwined by fate || BXB
  • I Love You, But ... ✓

Agaknya, jatuh cinta itu menyenangkan. Tapi bagaimana dengan Lea? Rasanya jatuh cinta adalah hal yang mustahil. "Aku lebih banyak membenci daripada mencintai," - Lea Bukan kisah badgirl, goodgirl, badboy, ataupun goodboy. Bukan juga kisah pangeran bertemu upik abu. Lea adalah gadis yang bersikap savage dan konyol pada tempat dan waktu yang tepat. Bertemu dengan Ben, pemuda yang pernah ia cari dan ia pikir hanya ilusi. Rupanya, Ben benar-benar ada. Tapi entah kenapa, dia menghilang dan tiba-tiba muncul lagi setelah ia berada di SMA tahun kedua. Tokoh benar-benar manusiawi dan memiliki kekurangan dan berusaha untuk mereka tutupi. Saya tidak bisa mengatakan bahwa ini adalah cerita yang menakjubkan. Mungkin ini cerita klise, hanya kisah seorang remaja yang berusaha melewati hari-hari yang berubah seperti cuaca. Terkadang mendung, terkadang juga cerah disertai perasaan hampa dan kebingungan. [Bahasa baku]

More details
WpActionLinkContent Guidelines