Brand New Ending

Brand New Ending

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 15, 2015
'Aku hanya gadis kecil yang buta' Yah begitulah ayahku menganggapku. Aku sendiri bahkan tidak tau sebenarnya apa aku ini. Yang aku tau hanyalah semua orang tidak menginnginkanku. Ibuku pergi saat umurku masih 4 tahun. Sejak kepergiannya aku selalu menangis dan menunggu di depan pintu berharap ia kembali dan berkata "sayang, ibu pulang" tapi tidak begitu yang terjadi. Sejak kepergiannya yang entah kemana atau lebih tepatnya kenapa ia pergi, aku menjadi buta yahh itu akhir yang sangat buruk bagiku dan juga untuk ayahku. Sejak ibu pergi, ayahku berubah. Dia jarang di rumah dan dia selalu saja sibuk mencari 'ibu baru' untukku. Tapi kemudian hari itu datang. Hari yang mengubah hari-hariku berikutnya. Aku mempunyai seorang teman, dia sangat mengerti tentang aku dia bilang itu bukanlah akhir dari segalanya tapi saatnya untuk memulai kisah baru dengan akhir yang baru. KISAH KU SENDIRI
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Secarik Luka [Complete]
  • Apa Salah Ku? [TIDAK DI LANJUTKAN]
  • ALL MY WOUNDS
  • Virgin Daughter 1
  • Yang Terlupakan
  • philopobhia
  • BABY TOMY
  • My daughter✨
  • Alisa's Story

⚠️ DILARANG MENYALIN CERITAKU❗️ - Aku tumbuh dalam dunia yang sejak awal terasa pincang-tanpa sosok ayah, tanpa genggaman tangan yang menuntunku melewati masa kecil yang seharusnya hangat. Yang ada hanya keheningan, pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah mendapat jawaban, dan ruang kosong yang tak bisa diisi oleh siapa pun. Hidup mengajarkanku untuk menjadi kuat bahkan sebelum aku tahu arti kekuatan itu. Aku melihat ibuku berjuang sendirian, matanya menyimpan luka yang tak ia ceritakan, sementara aku belajar memahami kesedihan dalam diam. Aku tumbuh dengan beban yang tak seharusnya kupikul, memendam semua yang sakit, dan melangkah dengan luka yang tak terlihat. Ini bukan sekadar kisah tentang kehilangan, tapi tentang bagaimana aku bertahan. Tentang bagaimana aku menemukan caraku sendiri untuk berdiri di dunia yang terasa asing dan kejam. Tentang bagaimana ruang kosong dalam diriku perlahan berubah-bukan menjadi penuh, tapi menjadi bagian dari siapa diriku sekarang. "Sepotong Kekosongan" adalah kisah perjalanan seorang anak yang kehilangan sosok yang seharusnya ada, bertahan di tengah kesepian, dan menemukan kekuatannya sendiri di antara luka-luka yang tertinggal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines