Menahlukkan Cinta Hambarsir Arsyam

Menahlukkan Cinta Hambarsir Arsyam

  • WpView
    Reads 1,416
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 14, 2016
WpInfo
Fiction
Social Themes
Bagaimana rasanya menikah dulu baru pacaran? Aku... Aku hanya ingin cinta yang halal, Cinta yang terjadi setelah Ijab Qabul terucap. Dan aku tau bahwa, tidak satu halpun yang lebih menyakitkan didunia ini selain CINTA. Apa aku bisa mencintainya kelak? ~ Hambarsir Arsyam Ketukan demi ketukan mulai membuka pintu hatiku. Rasa percayaku akan ada cinta tumbuh begitu besarnya hanya karna dia. Hambarsir Arsyam. Tapi entah kenapa disaat cinta itu mulai menanamkan akarnya tiba-tiba badai pun datang! ~ Kaisar Bayhaqi Arsyid
All Rights Reserved
#160
cintaislam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Halal Is My Way[TERBIT]
  • Ustadz Is My Husband
  • Gus Zhafi
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • Alur Bersamamu [Complated]
  • WEDLOCK [END]
  • Hafizhah [sudah terbit]
  • Assalamualaikum Imamku
  • Lathifa [END]

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines