Lovely Boy

Lovely Boy

  • WpView
    Reads 3,046,395
  • WpVote
    Votes 10,354
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 6, 2017
R E P O S T [CERITA 90% DIGANTI. HANYA NAMA PEMERAN YANG TETAP SAMA] Jessica Queen Feby dan Ramond Raka Putra, dua manusia yang kembali bertemu sejak pertemuan pertama mereka disebuah acara keluarga, yang entah angin apa yang mempertemukan mereka kembali. Jessica Queen Feby, perempuan dengan paras cantik itu mendengus kesal saat namanya dan guru UKS-Ramond Raka Putra-yang amat sangat dibencinya menjadi tranding topik di artikel harian sekolah. Semenjak hari sial itu, Jessica dan Raka entah mengapa selalu menjadi bahan gossip di SMA Evagian. Padahal mereka hanya berdebat kecil tentang tubuh manusia di depan gerbang pagi itu, sampai klub Artikel sekolah dengan santainya membuat hoax jika Jessica dan Raka mempunyai hubungan spesial. Jessica kesal, setiap dia berusaha menyangkal, pria itu terlihat cuek sehingga kabar mereka memiliki hubungan spesial itu semakin menjadi-jadi. "Hei, jangan mentang-mentang kau guru UKS disini, aku kau kira aku akan takut padamu," teriak Jessica sambil berkacak pinggang dan dagunya dinaikkan sedikit- sehingga terlihat arrogant. Raka menghela napas panjang, ia mendekati perempuan bawel itu, "Apa kau tidak takut jika aku akan melakukan ini padamu?" tanya Raka dengan senyum miring saat ia berhasil mengunci Jessica di dinding. Wajah mereka semakin mendekat. Semakin mendekat, mendekat dan... PLAK!! Jessica berhasil melayangkan sebuah tamparan kasar di wajah putih Raka sampai terlihat jelas jejak merah disana. Raka tersenyum kecil, "Lalu ini yang kau katakan tidak takut?" ia mengedikkan bahunya lalu pergi meninggalkan Jessica yang sudah emosi karena merasa dipermainkan. "RAKA, MATI KAU!!" umpatnya kesal. Copyright© February 2019 By IinEleniS
All Rights Reserved
#928
dokter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • ARUMILA
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Elvina [COMPLETED]
  • Casela (Tidak Lanjut)
  • Sehidup Semati | Complete
  • Fake Nerd
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Persona

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines