BADMAN

BADMAN

  • WpView
    Reads 65,499
  • WpVote
    Votes 2,003
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 16, 2017
Pintu kaca sebuah toserba terbuka, suasana langsung berubah saat seorang pria rupawan dengan sorotan mata tajamnya lewat. Pengusaha muda terkenal dengan nama besarnya. Mulut para wanita pengunjung toko terbuka lebar dan mata mereka berbinar. Wajah, tubuh, busana, aura intimidasi, Canes Venatici pewaris LickHotels yang mempesona lengkap sudah! Di kasir, Zoei Magellanic wanita berambut acak-acakan dengan pakaian kusamnya menyaksikan pemandangan yang biasa ia temui itu. "Reaksi kalian berlebihan sekali," ucapannya datar. "Ber...bercahaya sekali!" bisik seseorang. "Cahaya gelap," gumam Zoei. "Dia seperti dewa saja!" kata wanita lain dengan wajah berseri. "Dewa kegelapan," balas Zoei. "Pria sejati!" Menghitung dengan jarinya jumlah pengawal Canes, "Pria sejati dengan satu, dua, tiga pengasuh." Sekelilingnya semakin tercengang atas sikap datar dari ucapannya dan menatapnya aneh. "Apa yang ia katakan! Canes tampan juga kaya dan kamu hanya wanita biasa," pikir mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gara-Gara Tas, Aku Jadi Sasaran
  • Romantisme yang membara [END]
  • My Soulmate (ZeeDel) ✔
  • surat Sansekerta fagara
  • TRULY
  • ZERGAN
  • Elang L Cavanix ( END )
  • 🖤Rahasia diantara kita
  • [END] The Naughty Daddy [AGE GAP WARNING]

Carissa Sekar Larasati, seorang gadis biasa yang bekerja di divisi Analisis Data pada Geraldo Global Ventures, menjalani hari-harinya dengan tenang dan nyaris tak terlihat. Selama dua tahun bekerja, ia belum pernah sekalipun bertemu dengan CEO misterius yang kabarnya dingin, tegas, dan sulit didekati. Baginya, yang penting adalah bekerja dengan baik dan tidak menarik perhatian atasan. Namun, segalanya berubah drastis ketika Carissa pergi ke pusat perbelanjaan bersama sahabatnya untuk membeli tas Namun, tepat saat ia hendak mengambil tas terakhir di rak, sebuah tangan lain meraih tas yang sama. Tidak terima, Carissa tanpa ragu langsung beradu argumen dengan pria yang ia anggap "penyabotase tas orang". Dengan nada kesal, ia memaki pria itu sebagai "si angkuh yang sok kaya dan egois". Siapa sangka kesialan datang begitu cepat? Keesokan harinya di kantor, Carissa kembali bertemu dengan pria itu-dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa pria tersebut adalah Calvin Amos Geraldo, CEO Geraldo Global Ventures! Di antara rasa takut dipecat, insiden-insiden memalukan, dan pertengkaran kocak soal tas, Carissa mulai menyadari akan satu hal: Calvin tidak sekaku yang ia bayangkan. Bahkan, pria itu sepertinya menikmati setiap kali ia melawan atau memprotesnya. Tapi, apakah perhatian Calvin hanya karena insiden tas sial itu? Atau ada alasan lain yang lebih dalam di balik tatapan tajam dan sikap jahilnya? Satu hal yang pasti, sejak hari itu, kehidupan Carissa di kantor tak pernah lagi berjalan normal-terutama saat CEO menyebalkan itu terus-menerus muncul dalam hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines