HARGA SERELUNG KESABARAN

HARGA SERELUNG KESABARAN

  • WpView
    Reads 291
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Nov 17, 2015
Dia teringat wajah sendu si kecil Alya yang kehilangan hilang masa depannya. Dia terkenang air mata penderitaan alya ketika meronta-ronta dinaungi trauma. Berpusar dengan wajah arwah ibu yang bertatap sendu. Mata ayah yang bersinar haru. Juga paras tenang gemulah eyang yang tulus mengukir tekad tabah di dada ingatannya. Dia bangun mendekati Hafiz. Airmata yang melemas di seluruh wajah tak diendahnya lagi. Ditampar wajah yang pernah dicinta suatu ketika dulu itu sekuat hatinya. Jasadnya bagai dirasuk hantu. Ditumbuk dan disepak lelaki itu segenap tenaganya. Sehingga hafiz terdorong lantas tersungkur ke atas lantai. “Berani kau ke sini ha! Perogol! Perogol anak sendiri! Kau kejam, hafiz! Kau syaitan!” - Disiarkan oleh majalah Dewan Bahasa & Pustaka
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SISA HUJAN LUKA [end] (revisi)
  • DIANIZ | OG
  • Akulah.. ARYANA ( Sudah Terbit )
  • Cerpen: Kasih Terindah ✔
  • BABY GIRL MR ICEBERG (TERBIT)
  • My Butterfly
  • Satu Tahun Tanpa Cinta
  • DUDA [Dia Untuk Diri Aku]

Ctass! Ctass! Ctass! "Ayah, sakit Yah, badan Hali sakit..hiks..hiks!" Bugh! "Akhh!" Suara jeritan kesakitan terkeluar begitu sahaja dari mulut anak kecil itu. Dirinya ditendang oleh orang yang dia sayang tanpa terbesit sedikit pun rasa bersalah dalam dirinya. "Jangan kau berani mendekatkan diri kau pada yang lain. Kamu dengar Halilintar?!" Soalnya dengan tajam dan dingin. Pada pandangannya, Halilintar bukanlah seperti seorang anak kecil yang harus dia kasihani tetapi dia memandang anaknya itu seperti seseorang yang sangat ia musuhi sejak lama. _________________________________________ "Kenapa Ayah pukul Hali? Hali tidak pernah pun nakal selama ni." Soalnya pada diri sendiri. Sungguh, hati kecil milik Halilintar selalu tertanya-tanya. Apa salahnya hingga dia dipukul oleh Ayahnya sendiri? Dia juga terkadang merasa dirinya dilayan teruk berbanding dengan saudaranya yang lain. Apakah ia sehina itu hingga dibenci sekali oleh Ayahnya sendiri? Sungguh dia merasa rapuh sekarang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines