Maybe It's You

Maybe It's You

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 21, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup Queena terasa begitu sempurna meski harus menjalani LDR dengan kekasih hatinya. Saling percaya dan menjaga hati masing - masing selalu dipegang teguh. Aland pun begitu mencintainya meski ada sesuatu yang disembunyikan dengan sangat hati - hati. Akankah Queena mengetahui perihal ini?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cintanya Sudah Habis di Masa Lalu
  • Pursuit of Fortune
  • MAVZIVA
  • The Real Fake Smile [SELESAI]
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • 360 and Still Me
  • MUTAN IN LOVE
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Masih Adakah Aku Dihatimu?? ~END~
  • JUDUL

Bagaimana jika seseorang yang kamu panjatkan namanya pada Tuhan, agar tidak dipertemukan kembali di kebetulan mana pun itu muncul di hadapanmu? Itulah yang terjadi pada Bulan Falika Sajani. Lelaki pemilik nama Minoru Zale Arcturus itu datang dan menawarkan, tidak, memaksakan pernikahan pada seorang perempuan bernama Bulan Falika Sajani, perempuan yang ia kenal 15 tahun yang lalu selama empat bulan lamanya. Pernikahan, itu tidak ada dalam proposal kehidupan Bulan! Hanya ada dalam rencana Minoru yang jauh-jauh datang ke tempatnya berada sekarang. Bulan sudah sejauh ini, tapi Minoru tetap bisa menemukannya. Bulan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan lelaki itu saat memutuskan hal sebesar itu dan sialnya! Bulan tidak bisa lagi untuk lari. Seumur hidup ia gunakan untuk berlari, tapi Minoru menariknya berhenti dan menjemputnya pulang. Bulan dan Minoru itu tidak cocok. Minoru yang manis bertemu dengan Bulan yang cuek bebek. Minoru yang tenang bertemu dengan Bulan yang ramai. Minoru yang hidup dengan kepentingan dan Bulan si yang penting hidup. Setidaknya itulah yang ada dalam pikiran Bulan. Di mata Minoru, Bulan itu terang, selayaknya purnama yang sering ia ajak bicara. Bagi Bulan, Minoru terlalu putih untuk mengetahui sisi gelapnya. Tidak ada harapan untuk mereka yang tidak pernah sepaham. Namun, takdir punya cara mainnya sendiri. "Berapa banyak lagi perjanjian yang bakal kamu langgar? Kamu kira semuanya cuma bercanda? Kamu penuhi semuanya saja nggak membuat segalanya sepadan. Yang kamu minta itu hidupku." "Kamu terlalu lama hidup sendiri, sampai nggak tahu meja makan yang hangat itu kayak gimana." "... Dan, nanti kamu bakalan ngerti kenapa aku pilih pohon cemara buat di taman rumah kita." ― Cintanya Sudah Habis di Masa Lalu oleh Juuninichi -------------------------------- Dipublikasikan pertama kali: 12 September 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines