Life, Should Be Like This!

Life, Should Be Like This!

  • WpView
    Reads 741
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 25, 2016
Ketika cinta mulai hadir setelah sekian lama bersama. Berharap akan berakhir dengan indah, namun sesuatu memisahkan mereka. Sesuatu yang memang harus di hadapi oleh setiap manusia. Sesuatu yang membuat mereka tak dapat lagi bersama. Selamanya.. Kematian.. Kematian yang memisahkan mereka. Bukankah kata orang lain di luar sana terpisah oleh kematian akan lebih baik? Tidak.. Tidak menurut Rachel Anindya. Baginya, tak ada hal baik yang dibawa oleh perpisahan. Perpisahan bukanlah hal baik. Perpisahan adalah petaka yang datang mengusik setiap hidup manusia yang semula tenang. Walau bagimana pun.. Baik atau buruk, suka atau tidak suka, percaya atau tidak percaya. Gak ada yang kekal di dunia ini. Hidup memang seperti ini. Dan hidup memang seharsusnya seperti ini. Life, Should Be Like This! Check this one out Guys! Qbeeeee_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Narasi patah hati
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Stay With Me
  • Goodbye OR BACK
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Tuhan Cinta Kita
  • Cinta Tiada Akhir (TAMAT)
  • Our Journey To Love

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines