Life, Should Be Like This!

Life, Should Be Like This!

  • WpView
    LECTURAS 743
  • WpVote
    Votos 53
  • WpPart
    Partes 24
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jun 25, 2016
WpInfo
Ficción
Romance
Ketika cinta mulai hadir setelah sekian lama bersama. Berharap akan berakhir dengan indah, namun sesuatu memisahkan mereka. Sesuatu yang memang harus di hadapi oleh setiap manusia. Sesuatu yang membuat mereka tak dapat lagi bersama. Selamanya.. Kematian.. Kematian yang memisahkan mereka. Bukankah kata orang lain di luar sana terpisah oleh kematian akan lebih baik? Tidak.. Tidak menurut Rachel Anindya. Baginya, tak ada hal baik yang dibawa oleh perpisahan. Perpisahan bukanlah hal baik. Perpisahan adalah petaka yang datang mengusik setiap hidup manusia yang semula tenang. Walau bagimana pun.. Baik atau buruk, suka atau tidak suka, percaya atau tidak percaya. Gak ada yang kekal di dunia ini. Hidup memang seperti ini. Dan hidup memang seharsusnya seperti ini. Life, Should Be Like This! Check this one out Guys! Qbeeeee_
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Narasi patah hati
  • Tuhan Cinta Kita
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Our Journey To Love
  • Stay With Me

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido