Tubagus Mukti Aditama bukanlah nama yang dikenal banyak orang. Ia hanyalah seorang mahasiswa biasa yang selalu memilih duduk di bangku paling belakang, jauh dari keramaian dan sorotan. Tuba, begitu kiranya orang-orang dekat memanggilnya, memilih hidup minimalis dalam kesederhanaan. Meski tidak menonjol, diam-diam ia menyimpan rahasia yang begitu mengejutkan: IPK sempurna dengan seluruh nilai berhuruf mutu A. Di tahun ketiga duduk di bangku perkuliahan, Tuba si teladan tiba-tiba menjadi buah bibir di kalangan rekan fakultasnya. Kehadiran Kinara Ambarwati menjadi tamparan tersediri bagi kehidupan damai seorang Tuba. Pertemuannya dengan Kinar menjadi satu bumerang tersendiri. Seketika hidupnya berubah. Sepasang sorot mata penuh kebencian senantiasa mengikuti langkah Tuba. Hidupnya kini penuh dengan gelisah. Satu kata baru berhasil ditambahkan ke dalam kamus hidup Tuba. Accismus: antara benci dan cinta. (To be soon) ✨Stay tune on March 25th, 2025 ✨
More details