The Great Decision

The Great Decision

  • WpView
    Reads 13,529
  • WpVote
    Votes 457
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 17, 2016
"Kei, sesungguhnya Allah selalu bersamamu. Bertobatlah dijalan Allah, bertobatlah atas nama Allah. Ingat Allah akan memberikan surga bagi orang-orang yang selalu beriman kepada-Nya. Meskipun dosa yang telah kau perbuat sudah sebesar gunung, tetapi jika kamu memperbaiki segalanya. InshaAllah kamu akan berada dijalan yang benar." "Anindhita Keisha Az-Zahra artinya seorang putri tanpa kekurangan dan tanpa cacat dan memiliki akhlak seperti putri Rasulullah SAW. Orang tuamu memberikan nama yang indah dan cantik. Orang tuamu mengharapkan namamu itu menjadi sebuah doa yang terkabulkan. Tolong kei ubah sikapmu dan berikanlah apa yang orang tuamu inginkan." "Hidup itu adalah pilihan, bagaimanapun pilihan yang aku pilih itu adalah tanggunganku. Aku sudah masuk kejalan yang salah masih kah Allah mengampuni segala dosaku? Tentu saja, sudah jelas Allah Maha Pengampun."
All Rights Reserved
#300
journey
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tak Sejalan
  • Menyapa Luka di Awal Kisah
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Bukan Aku yang Dia Inginkan || TERBIT ✓
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • ZARAIDEN [End]
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)
  • Tahajjud Cinta [END]

Ini akhir cerita mereka: Tentang sebuah rasa yang tertanam sejak lama namun harus pupus sebelum berbunga. Karena cinta memang hanya untuk dirasakan bukan untuk dimiliki. Tentang sebuah rasa yang gamang tertanam dihati. Percaya masa lalu adalah dusta. Namun pergi meninggalkan terasa sulit. Karena cinta itu memang menguji untuk menjadi akhir yang bahagia. Tentang sebuah rasa yang disadari dengan terlambat. Ketika mengucapkan cinta, tak ada yang berbekas. Ia hanya seperti berbicara pada bayangannya sendiri. Iya, Adit memang cinta. Namun waktu terus melangkah dan tak pernah tinggal untuk sekedar diam sebentar. Tidak, Dina bukannya merebut. Ia hanya memberi kenyamanan sebatas teman yang tak pernah lebih. Jika Adit merasa sebaliknya, itu bukan salahnya. Karena hati tak pernah salah memilih rasa. Yang salah itu, pandangan lainnya. Sama seperti apa yang Fasha kira. Yang awalnya berpikir untuknya tapi ternyata tak sejalan dengan apa yang terjadi saat ini. Ketika Adit memilih untuk pergi sementara ia tetap tinggal di dalam masa lalu mereka. Dan Dina yang terjebak di antara mereka seolah harus bertanggung jawab atas semua luka yang tercipta. #SeriPertama Sekuel dari: Keluarga Adhiyaksa -Ardina Wirasatya- Anak dari: Aisha Fayola Adhiyaksa & Adnan Wirasatya -Fasha Adhiyaksa- Anak dari: Fadli Adhiyaksa & Calista Anggraina Carissa Aznii

More details
WpActionLinkContent Guidelines