The Princess In Me

The Princess In Me

  • WpView
    Reads 2,758
  • WpVote
    Votes 151
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2020
Aurelia merupakan kerajaan terbesar di Negara Magus. Dan aku, Topaz Aurelia sebagai putri mahkota harus mengikuti tradisi yang mewajibkanku memilih salah satu di antara tiga pangeran kerajaan lain sebagai tunanganku. Namun bagaimana jika aku kabur dari istana dan bertemu para pemberontak yang berniat menjatuhkan Ayahku? Apa lagi jika salah satu di antara mereka mempunyai kemampuan untuk menggetarkan hatiku? Pada akhirnya siapakah yang akan kupilih, pangeran yang mencintaiku atau seorang pemberontak yang kucintai? Bagaimanakah caranya aku memilih, dengan menjadi Tuan Putri kerajaan terbesar atau gadis yang mencintai seseorang?
All Rights Reserved
#98
wizard
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Villainess Illusion
  • Edgar Vaske
  • Fairycrown [ON-GOING]
  • Mahkota Phoenix: Awal Dari Permulaan S1|End (Revisi)
  • Ashera ✔️
  • I'm Only Meant to be With You
  • The Fallen King
  • I'm More Than Just A Princess

---- Alexandra Whitney Calister atau lady gila dari keluarga Calister, begitulah orang-orang mengenalnya. Alexa mungkin cantik dan kaya raya namun dalam hal kesopanan gadis itu sangatlah minus, bahkan bangsawan di sekitarnya lebih sering menyebutnya nenek sihir dibanding lady. Hampir semua orang di kerajaan Wynnzel tahu bahwa tak pernah ada hari yang dilewati Alexa tanpa menganggu sang putra mahkota. Untuk melindungi cintanya Alexa memilih menjadi buta, ia tidak takut dan tidak peduli akan apapun. Baik dan buruk tak lagi berbeda di matanya, asalkan keinginannya tercapai. Namun suatu hari Alexa melihat segalanya, ia pingsan dan bermimpi tentang takdirnya. Ternyata tidak akan ada kehidupan indah yang menunggu dirinya di masa depan, hanya ada jurang penderitaan dengan akhir mengerikan. ~~~~ "Alexandra Calister, adakah pembelaan terakhir yang ingin anda sampaikan sebelum pergi menghadap kematian?" Hening. Alexa menjatuhkan lututnya ke lantai, mengubah posisinya dari berdiri menjadi berlutut. Dengan tatapan kecewa ia menatap lurus ke arah pangeran David yang masih duduk dikursinya dengan tenang. "Kau tahu Dave? Aku mengorbankan segalanya untukmu tetapi kau..." "...Mengorbankan aku, untuk segalanya!" Alexa memejamkan mata menahan nyeri di hatinya, "Jika ini adalah bayaran setimpal atas semua dosa-dosaku, maka tak apa...." "Kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi, bahkan di neraka sekalipun...." ---- 🦋 Warning ; This story is complicated!

More details
WpActionLinkContent Guidelines