a love that transcends time

a love that transcends time

  • WpView
    MGA BUMASA 234
  • WpVote
    Mga Boto 20
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Dec 4, 2015
TEPAT SETAHUN setelah kematian gadis itu,gadis yang lebih dulu mengenal dan mencintainya di masa depan,pemuda itu teringat satu sore yg jauh ketika untuk kali pertama mereka bertemu secara tidak sengaja. Ia ingat,gadis itu pernah berkata."kau tau,seseorang pernah mengatakan kepada ku,kita tidak akan benar benar meninggal,selama masih ada orang orang yang menyimpan dan mengingat diri kita sebagai kenangan.Dilupakan,adalah bentuk kematian sesungguh nya."Ia tersenyum sambil menelusuri jalan setapak yang telah di hapal nya.Kedua tangan nya menggenggam bunga lily dan matahari.Sepanjang jalan,ia memilih untuk mengenang gadis itu.Mengenang pertemuan mereka 13 bulan yang lalu. gadis itu bernama Kiaranita alfiana fidelis sering dipanggil kiara,dan pria itu bernama Stevano angio sering dipanggil gio HAPPY READING by: Eryskadhea
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Ia Rahasiaku
  • Grisella Laurensa
  • susuk
  • L'espace vide
  • Bercerita pada bulan
  • Aksara & Allegra [REVISI]
  • Pura Pura Lupa
  • Nuginara [END]

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman