Jalan Cinta

Jalan Cinta

  • WpView
    Reads 582
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 5, 2015
Kau adalah alasan aku terus berjuang, walau kau tak pernah tahu dihatiku tumbuh rasa sekian lama, walau keyakinan kita berbeda, walau jalan kita tak mungkin sama, kau tetaplah cinta pertama _ Amra Anindita Tahukah kau, bahwa mata yang memancarkan cahaya yang sama seperti sepuluh tahun lalu itulah yang kini membuatku tersesat di persimpangan jalan yang tak kutahu dimana ujungnya. Harusnya kau tahu, waktu tak berpihak padaku _ Alifredo Daniel
All Rights Reserved
#805
keyakinan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Warna Yang Hilang
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Jodoh Pandangan Pertama (Completed)
  • Penantian Terindah [COMPLETED]
  • UNSPOKEN, YET ALWAYS FELT [ ROMANSA REMAJA ISLAMI ]
  • DEAR LOVE
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Hatiku Tertambat, Cintaku Tumbuh [End] √
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines