Unperfect

Unperfect

  • WpView
    Reads 1,117
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 3, 2016
Siapa yang tau , aya meliza claire , cewek cantik yang masih duduk dikelas 11 , anak dari pemilik perusahaan terbesar dan terkenal, juga hidup enak dan selalu dianggap 'perfect' dimata semua orang. Ternyata memiliki banyak masalah dan dendam yang dia simpan, yang membuatnya membenci sosok lelaki kecuali kakak satu satunya , dan pemikiran aya tentang tidak pentingnya 'cinta' dan tidak 'sempurna' nya dirinya. Sifat dinginnya ke pada lelaki membuat cowok cowok semakin berusaha mendekati aya. Tapi Adakah orang yang dapat menghancurkan dinding kokoh yang dibuat aya ? [][][][] #trust me . Just read it
All Rights Reserved
#652
manurios
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nav's Stories
  • xhionze
  • Nine Problems (END)
  • Reynandhita
  • Double AL (COMPLETE)
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Zeefazka
  • Prince Untuk Alea
  • Masuk ke Novel, Malah Jadi Love Interest!? (bxb)

[Completed] Menurut Navalen, Navia hanyalah cewek sombong, menyebalkan, dan sok galak yang sukanya marah-marah. Mentang-mentang menjabat sebagai ketua kelas, Navia selalu bertingkah semena-mena tanpa memikirkan kesejahteraan teman-temannya. Belum lagi tingkahnya yang selalu pamer kepintaran yang selalu berhasil membuat Navalen dongkol setengah hidup. Sementara menurut Navia, Navalen hanyalah cowok songong yang kerjaannya selalu main ponsel di jam pelajaran, saat belajar kelompok, dan saat-saat penting lainnya. Padahal itu, kan, jelas melanggar peraturan. Sebagai manusia super perfect yang sangat taat peraturan, tingkah Navalen ini amat sangat mengganggunya! Lewat rasa benci yang mereka berdua ciptakan sendiri, kedua insan tersebut selalu baku hantam dimana-mana. Hingga suatu hari, puncak kekesalan Navia yang sangat sepele akan tingkah Navalen yang selalu bermain ponsel saat jam pelajaran ini justru mengantarkan mereka pada masalah besar juga pada sebuah misteri yang tak terduga. Tak hanya melibatkan isak tangis yang sangat pilu, tetapi mengajarkan mereka akan rasa bersyukur yang sesungguhnya. "Jalannya takdir memang seringkali rumit. Dan tidak ada yang bisa kita lakukan selain menerimanya. Rencana Tuhan memang seringkali membingungkan. Tapi percayalah bahwa itu yang terbaik. Meski yang terbaik itu tak selalu indah. Seperti kisah kita contohnya." _Nav's Stories_ Note : bukan kisah cinta remaja menye-menye yang bucin. Meskipun jauh dari kata sempurna, setidaknya di dalam cerita ini ada sedikit motivasi yang bisa kamu ambil :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines