Can I Be Happy?

Can I Be Happy?

  • WpView
    Reads 16,727
  • WpVote
    Votes 1,344
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana perjuangan seorang gadis yang mencoba untuk melawan penyakitnya demi orang-orang yang sangat ia sayangi. Apakah ia akan bertahan? ataukah ia akan menyerah dengan takdirnya? ---- "Mungkin kita tidak ditakdirkan untuk bersama, akan tetapi cinta kita akan tetap abadi." - Richa ---- "Maaf jika aku terlambat menyadari perasaanku, aku sangatlah mencintaimu. Terima kasih karna telah mencintai orang bodoh sepertiku" - Frans ---- Based on true story Mengenang sahabat seperjuangan By AiharaFei
All Rights Reserved
#744
basedontruestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Mencintaimu (Lagi) SEGERA TERBIT
  • Hopeless
  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • Mencintai Dalam Diam
  • Broken Heart (Siddreem)
  • Semesta dan Lukanya [TERBIT]
  • Rahasia Sang Samudra [Complete]
  • Paradise
  • My Bad Girl #BadSeries✔
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines