Story cover for Doubt by NabilaBilqis2
Doubt
  • WpView
    Reads 2,604
  • WpVote
    Votes 329
  • WpPart
    Parts 17
  • WpView
    Reads 2,604
  • WpVote
    Votes 329
  • WpPart
    Parts 17
Complete, First published Nov 24, 2015
Prolog



"Sorry" ucapnya sambil meninggalkan Dimas. "Tunggu, aku sayang kamu" Dimas mencegah Bella pergi dengan memeluk pinggang Bella dari belakang. Mereka diam. Hening. Hanya terdengar suara burung-burung yang terbang di angkasa. Terdengar suara isakan tangis yang sangat pelan.

"Sorry, gue harus pergi. Lepasin gue" Erang Bella kepada Dimas dengan sangat pelan tetapi dapat didengar oleh Dimas. Dimas hanya diam. "Kita masih bisa jadi temen kok" lanjutnya dengan melepas peluka
n Dimas hingga mereka saat ini berhadapan.       

"Aku sayang kamu Bel" Dimas menghapus air mata Bella. "Maafin aku. Please, jangan pergi" lanjutnya dengan senyum yang pahit. Kemudian Bella pergi dengan tangisannya. Dimas diam. Tidak mencegah Bella lagi. "Gue bakal balikin lo ke pelukan gue lagi Bel"
All Rights Reserved
Sign up to add Doubt to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
You may also like
Slide 1 of 9
Boyfriend  cover
Pelangi untuk Hujan(on going)  cover
Save and Protect cover
My Brother's Secret cover
Aku Dan Dia (ON GOING) cover
TRIANGLE (END) cover
TIME will TELL {On Going} cover
Little Sister [Boboiboy Elemental] cover
Waiting For You cover

Boyfriend

27 parts Complete

Gadis ceria yang menyimpan ribuan luka dihatinya. Bagaimana mungkin ia akan bahagia jika keluarnya berantakan. Ia berharap akan ada satu malaikat yang membawanya pada kebahagian dunia, tak mengapa walaupun hanya sementara. !!!!!!! ngapain?"tanya Ricky datar "em...gu-gue lagi...lagi...ambil sangkar burung, iya gue lagi ambil sangkar burung yang hampir jatuh tadi"ucap Melody dengan wajahnya yang polos, sungguh menggemaskan. "lo ga pinter"ucap Ricky melihat Melody. "ga pinter??? Tanya Melody Menaikkan kedua alisnya. "bohong" ucap Ricky sambil menarik tangan Melody. "lo mau bawa gue kemana?? Tanya Melody bingung, pertanyaan Melody yang tak di gubris sama sekali oleh Ricky membuatnya kesal. Ricky berhenti melangkah saat sampai di sebuah pintu masuk ruangan. "masuk"ucap Ricky. Melody yang melihat ruangan yang tak lain adalah ruangan BK pun menoleh. "kok lu bawa gue kesini sih? "tanya Melody protes tak terima dirinya dibawa keruang BK.