Doubt
  • WpView
    Reads 2,617
  • WpVote
    Votes 329
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 20, 2016
Prolog "Sorry" ucapnya sambil meninggalkan Dimas. "Tunggu, aku sayang kamu" Dimas mencegah Bella pergi dengan memeluk pinggang Bella dari belakang. Mereka diam. Hening. Hanya terdengar suara burung-burung yang terbang di angkasa. Terdengar suara isakan tangis yang sangat pelan. "Sorry, gue harus pergi. Lepasin gue" Erang Bella kepada Dimas dengan sangat pelan tetapi dapat didengar oleh Dimas. Dimas hanya diam. "Kita masih bisa jadi temen kok" lanjutnya dengan melepas peluka n Dimas hingga mereka saat ini berhadapan. "Aku sayang kamu Bel" Dimas menghapus air mata Bella. "Maafin aku. Please, jangan pergi" lanjutnya dengan senyum yang pahit. Kemudian Bella pergi dengan tangisannya. Dimas diam. Tidak mencegah Bella lagi. "Gue bakal balikin lo ke pelukan gue lagi Bel"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Save and Protect
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • PAIN [Boboiboy]
  • Cause We are Family
  • Aku Dan Dia (ON GOING)
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • TRIANGLE (END)
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Boyfriend

"Maafkan aku Kak, Aku tidak bisa menyelamatkan kalian" "Jika aku bisa memutar kembali waktu, aku akan melindungi kalian dengan nyawa ini" "Aku sayang kalian" Musuh telah menghancurkan semuanya. Merenggut dan memusnahkan orang yang dia sayangi. Disaat keputus asaan memeluk dan membawanya ke kegelapan abadi, secercah harapan datang tak terduga. "..... bagaimana jika aku mengirimmu ke masa lalu? Kau bisa menghentikan semua hal buruk yang akan terjadi" "Tapi ada syaratnya" "Aku akan melakukannya........ aku ingin mengubah takdir mereka!" "Baiklah, kau yang akan menanggungnya" Fanart di cover bukan milik Author Warn~ cerita ini agak angst jadi mohon sediakan tisu sendiri Hati Readers sakit dan nangis? harap ditanggung sendiri

More details
WpActionLinkContent Guidelines