Story cover for Doubt by NabilaBilqis2
Doubt
  • WpView
    Reads 2,591
  • WpVote
    Votes 329
  • WpPart
    Parts 17
  • WpView
    Reads 2,591
  • WpVote
    Votes 329
  • WpPart
    Parts 17
Complete, First published Nov 24, 2015
Prolog



"Sorry" ucapnya sambil meninggalkan Dimas. "Tunggu, aku sayang kamu" Dimas mencegah Bella pergi dengan memeluk pinggang Bella dari belakang. Mereka diam. Hening. Hanya terdengar suara burung-burung yang terbang di angkasa. Terdengar suara isakan tangis yang sangat pelan.

"Sorry, gue harus pergi. Lepasin gue" Erang Bella kepada Dimas dengan sangat pelan tetapi dapat didengar oleh Dimas. Dimas hanya diam. "Kita masih bisa jadi temen kok" lanjutnya dengan melepas peluka
n Dimas hingga mereka saat ini berhadapan.       

"Aku sayang kamu Bel" Dimas menghapus air mata Bella. "Maafin aku. Please, jangan pergi" lanjutnya dengan senyum yang pahit. Kemudian Bella pergi dengan tangisannya. Dimas diam. Tidak mencegah Bella lagi. "Gue bakal balikin lo ke pelukan gue lagi Bel"
All Rights Reserved
Sign up to add Doubt to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
You may also like
Slide 1 of 7
Pelangi untuk Hujan(on going)  cover
Chance Of Love | 2 ✔ cover
Cause We are Family cover
Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End) cover
PAIN [Boboiboy] cover
TIME will TELL {On Going} cover
Save and Protect cover

Pelangi untuk Hujan(on going)

16 parts Complete

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."