PENGEMIS yang Berselindung

PENGEMIS yang Berselindung

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 24, 2015
Apa kau lupa? Bila mana kau kesempitan, tangan ini yang menghulur bantuan. Mahupun tanpa izin aku, kau tagih bantuan, kau raih perhatian. Bukan aku jenis mengungkit, tapi aku mahu kau beringat sikit. Cuba kenang yang namanya budi, Bukan bila senang berlagak nak mati. Tapi biasalah sudah adat manusia, yang mana berada disanjung, yang tiada dianggap tidak ada. Jangan pula dicari aku bila kau dah tiada apa-apa, Harap maaf, KAU SIAPA?
All Rights Reserved
#19
feelings
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sembuh
  • Psycho Itu Aku Punya
  • First - THE LAST LOVE FOR US - [ C ]
  • Hidup Dalam Mati [Completed]
  • [COMPLETED] Dia Semanis Gula Kapas
  • Seduced by Childish way
  • Maafkan aku
  • The Most Beautiful Moment In Life
  • LOVE YOU MY MAID (SLOW UPDATE)
  • Mr Ego Mrs Cinta✔
Sembuh

Pernahkah kita rasa dunia terlalu berat untuk ditanggung? Pernahkah luka lama membuatkan kita takut untuk berharap semula? Pernahkah kita ingin lari jauh - tapi tidak tahu ke mana harus pulang? Ada luka yang tidak berdarah. Ada perjalanan yang tidak terlihat. Namun hidup bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang berani meneruskan hidup dengan hati yang perlahan-lahan belajar mempercayai semula. Dalam dunia yang sering mengajarkan untuk berpura-pura kuat, Sembuh mengajak kita untuk perlahan-lahan kembali memeluk diri sendiri. Coretan ini bukan tentang melupakan luka. Ia tentang berani mengakui luka, perlahan-lahan membalut jiwa dan tentang menemukan kembali makna 'pulang'. Sembuh tidak menjanjikan jalan yang mudah, tapi ia berbisik: "Langkah kecilmu tetap berharga. Sakitmu tetap bermakna. Kamu tetap layak untuk bahagia." Sembuh ialah hadiah untuk sesiapa yang sedang belajar bertahan, belajar percaya, dan belajar mencintai diri sendiri - sekali lagi. Buat kamu yang hampir menyerah, buku ini adalah pelukan hangat bahawa kamu tidak pernah benar-benar sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines