Opposites Attract

Opposites Attract

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 5, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Yerina kaelyn seorang siswi sma yang periang dan mudah bergaul. walau begitu, dia menyimpan kenangan pilu di masa lalunya yang kelam. tetapi ia berhasil bangkit dan memulai hidupnya kembali. di sekolah, Ia bertemu dengan Deoron Harlon, a.k.a mr.cold. si mister dingin nan misterius ini jarang kelihatan bicara apa lagi senyum. kenangan masa lalunya yang menggores hati kecilnya itu terus diingatnya. Deoron selalu menyalahkan dirinya ketika mengingat masa lalunya yang pahit itu. kemisteriusan Deoron membuat penasaran Yerina. Deoron yang selalu cuek dan pendiam dan Yerina periang dan penuh kejutan. Seperti air dan api, panas dan dingin, kiri dan kanan, hitam dan putih. kira-kira kisah apakah yang akan terjadi diantara mereka? friendship? adventure? or maybe love?
All Rights Reserved
#67
oppositesattract
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • LABIRIN TAKDIR
  • [1] Closer ✔️
  • Pretended || Avoidant ✅
  • ARES KIRANA
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • Resonansi
  • Antipole

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines