Autumn Leaves

Autumn Leaves

  • WpView
    LECTURES 99
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., nov. 28, 2015
"Semua orang perlahan pergi. Kau kapan?" celetuknya sore itu. Kulempar pandanganku ke arah cakrawala. Lalu, kupandang kedua bola matanya yang belakangan ini menjadi hal paling kusukai. "Kau mau bermain?"
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • [COMPLETED] 7 Days
  • BarraKilla
  •  My Mysterious Boss Is My Love At The First Sight
  • CHAIRMATE [DRAMIONE]
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Dongeng Sang Puteri
  • Plot Twist - Hartono's Fam
  • Dear Mia
  • Black Rose
  • DikaRanggi

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu