Broken Home(BH)

Broken Home(BH)

  • WpView
    GELESEN 296
  • WpVote
    Stimmen 25
  • WpPart
    Teile 7
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Feb. 18, 2016
Bagaimana jika detik ini hanya sekeping fragmen dari mimpimu sehingga kau akan terbangun di suatu tempat yang tidak pernah kau sangka ada sebelumnya? Oh, aku sangat berharap bahwa ini cuma mimpi. Perkenalkan. Namaku Stefan. Aku tidak tahu lagi siapa diriku. Umurku 16 tahun. Tetapi aku sudah tidak bersekolah. Bukan berarti aku sudah pintar - salah besar. Aku di D.O dari sekolah SD ku. Tapi untuk suatu alasan, aku kembali bersekolah pada tahun ke-7. Tapi itu tak berlangsung lama, aku janji. Sebelum memasuki tahun ke-9 aku kena D.O lagi. Hahaha. Hidup terkadang lucu, mempermainkan kita sedemikian rupa. Mungkin dari ceritaku ini, kalian dapat belajar cara untuk memilih jalan yang benar dalam hidup yang penuh jebakan ini. Dan tidak berakhir sepertiku.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Broken melodies
  • TWIN FLAME { ON Going! }
  • Archetypal [Terbit]
  • Alone (SELESAI)
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • GEVRONZ
  • Seperempat Aku dalam Dunianya

Kepada siapa kami harus bercerita? Pada Bapak dan Ibu yang sibuk menata masa depan, atau pada dunia yang tak pernah benar-benar mendengar? Pada akhirnya, kami hanya punya satu sama lain, meski seringkali tak tahu cara berbagi beban. Ini tentang kami- Tentang pertemanan yang tak selalu sempurna, tentang kata-kata yang tak selalu terucap, tentang luka yang ditutupi tawa, dan tentang bahu yang tetap ada saat semuanya terasa berat. Kami berjalan, meski arah sering kabur. Kami tertawa, meski ada yang ingin ditangisi. Kami bertahan, bukan karena kuat, tapi karena kami tak ingin menyerah sendirian. Hello, everyone! Ini aku buat sebagai bentuk perpisahan... maybe? Gak tahu juga, yang jelas aku cuma ingin menulis sesuatu yang bisa jadi kenangan tentang masa SMA. Diharapkan keaktifan pembaca untuk vote dan komentar, ya! Biar cerita ini makin hidup, aku butuh pendapat kalian semua. Ini murni dari pikiranku sendiri, no plagiarisme! Jadi, setiap kata yang kalian baca adalah hasil dari ingatan, pengalaman, dan imajinasi yang aku tuangkan. Bantu target 20K, dong! Let's make this story worth remembering. ✨

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien