Sadness

Sadness

  • WpView
    Reads 1,799
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 26, 2016
Puisi ini selalu menemaniku disaat kau tak ada di sepinya malam yang sunyi, angin menerpa dan Bulan pun tak ada untuk menerangi. Hanya goresan tinta yang menodai kertas putih -Gadis Penikmat Senja- & *Sang Pangeran Berkuda Putih*
All Rights Reserved
#21
international
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • NA DAY'S | Na Jaemin [END]
  • [✓] LokaMadya
  • KLASIK √
  • Flying Kiss
  • NIKUNG ፧ jaemren ✓
  • magenta [✔]
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • [✓] Dan Kota Hujan
  • Kisah Nyata Dalam Mimpi

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines