Move On, Resa.

Move On, Resa.

  • WpView
    LETTURE 17,019
  • WpVote
    Voti 1,581
  • WpPart
    Parti 17
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, giu 14, 2016
Ganteng? Iya Pinter? Iya Cool? Iya Tajir? Iya Mantan? Iya Brengsek? Iya. "Ayolah Res, dia cowo biadab..move on aja apa susah bagi lo? Ada orang lain yang siap jaga lo" Kenyataan? Sebrengsek apapun lo dulu, lo yang bikin gue ngerasain apa itu cinta Move on? Gampang. Tinggal mati, selesai. -Resa Nadifa Kemala Aku yang brengsek ini sayang kamu, Resa Nadifa Kemala - Alex Frendyco Copyright© November by Dita Anindita
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • My First Love [END]
  • All Falls Down [COMPLETED]
  • Sketcher's Secret
  • The Kidnapper
  • Anex♡
  • Ketua Kelas
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • My Hottest Daddy [Hottest Series#3]
  • My Enemy Ayna

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti