Chery

Chery

  • WpView
    Reads 459
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 23, 2017
Ntahlah, hatiku belum sembuh dari sakit hatiku satu tahun yang lalu oleh pacar pertamaku yang sampai saat ini belum bisa aku lupakan. Terlalu sakit untuk dikenang dan terlalu indah untuk dilupakan masa - masa indah yang kulakukan bersamanya saat dulu kita masih menjadi seorang kekasih bahkan kami sering dijuluki The Best Couple di sekolahku tapi ternyata The Best Couple hanya sebuah julukan untuk kami dan bukan berarti kami sering dijuluki Best Couple lalu kami akan langgeng seperti orang katakan. Ternyata hubungan kami berakhir dengan dia yang mengkhianatiku. Ntahlah aku harus percaya dengan sahabatku atau dia yang notabenenya sebagai pacarku. Tapi aku tak memperecayai keduanya, hatiku terlalu sakit hanya karena melihat mereka berdua. Dulunya sahabatku yang aku percaya takkan mengkhianatiku takkan menusukku dari belakang. Ternyata apaa,,? Berbanding terbalik dengan yang aku fikirkan. Lalu pacarku? Dia yang selama ini memuji - mujiku dengan kata - kata indahnya dan memberi segudang perhatian padaku kini hancur lebur bersama kenangan yang hanya untuk mengingatnya saja sudah ingin membuatku ingin menangis. Tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku takkan menangisi dia lagi dan berusaha untuk melupakannya walaupun aku tak mampu . Oke, mungkin aku salah memberi tahu kalian dia bukan pacarku sekarang tapi MANTAN,,!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • What Is The Meaning Of Waiting? -END-
  • (1) HIM ✔
  • NAVILLERA
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Misunderstand
  • My Beloved Brother |tamat|

Terlalu sulit untuk melupakan semua kenangan dulu yang membekas di otak ku. Perasaan dulu yang membuat ku merasakan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya jika di dekatnya. Itu hanya dulu. Kini semunya telah berubah. Kini dia telah tiada untuk selamanya. Dia yang dulu selalu menemaniku, setia mendengarkan ocehanku, yang membuat ku tertawa akibat kelukannya, semuanya telah tiada. Dia sempat pergi sementara. Tapi sekarang dia pergi untuk selama-lamanya. "Kenangan tidak akan pernah pergi, ia ada tersimpan di dasar hati. Dia tak berkata, hanya bisa menyampaikan lewat rasa."

More details
WpActionLinkContent Guidelines