Fatto di Stelle

Fatto di Stelle

  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 19, 2016
"Apa kau percaya dengan harapan?" "Apa itu harapan? Jika itu adalah sesuatu yang telah mengecewakanku. Tak terhitung keberapa kalinya telah mengecewakanku, maka jawabannya Tidak" "Malaikat pelindung?" "Apa yang kau bicarakan? Aku sudah dewasa. Dan malaikat pelindung? Hanya anak kecil yang percaya malaikat pelindung itu nyata." "Bagaimana kalau kenyataannya aku ini adalah malaikat pelindungmu?"
All Rights Reserved
#136
italia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Golden Blossoms (End)
  • I FOR YOU
  • Angel To Raya (END)
  • ANGEL (KOMPLIT)
  • THE PRETTY LITTLE DEVIL AND ANGEL [END]
  • PURE ANGELS
  • My angel
  • The Gigolo Baby (SELESAI)
  • My Guardian Angel - [Indonesian]

Warning!!! HANYA BERISI ADEGAN ROMANSA, LATAR BELAKANG CERITA DAN ADEGAN DIBALIK KEBERSAMAAN KE-DUA TOKOH MAUPUN KEHIDUPAN PRIBADI TIDAK DIJABARKAN. 18+ Cerita ini hanya untuk unyu-unyuan saja. _______________________________ Gifta tidak pernah menduga bahwa perjodohan dengan Anggar Linggarjati akan mengubah hidupnya dalam sekejap. Sebagai dokter spesialis yang dingin dan tampak tidak tertarik pada siapa pun, Gifta pikir pernikahan mereka akan berjalan tenang, tanpa banyak interaksi. Namun, di malam pertama pernikahan mereka, semua asumsi Gifta hancur berantakan. Anggar, yang selama ini terlihat acuh tak acuh, tiba-tiba menunjukkan sisi yang tidak pernah Gifta duga-sikap mesra, perhatian, bahkan menggoda dengan cara yang membuat Gifta bingung dan ngeri sekaligus. Apakah ini benar-benar Anggar yang selama ini dikenal sebagai sosok yang berwibawa dan tenang? Tapi, kenapa tiba-tiba ia menjadi sosok yang berbeda begini? "Ka-kamu kenapa sih? Kok dekat-dekat gini" "Emangnya kenapa? Kita kan udah nikah, jadi sah-sah aja aku dekat-dekat gini." "Ya tapi kan -aaaww, Anggar! Kamu ngapain?" Suaraku memekik kaget, syok dengan apa yang baru saja terjadi. Aku ingin segera bangun, tapi nggak bisa. Kekuatan Anggar dalam mengurungku di luar batasku, ingin rasanya aku menendangnya tapi lagi-lagi itu hanya niat semata. Mau tahu apa yang ia lakukan padaku barusan? Anggar, menggigit telingaku. Bayangkan saja, telingamu tiba-tiba digigit dan bahkan dijilat. Kelakuan tidak senonoh macam apa ini? Ini pelecehan namanya. "Ternyata kamu enak banget dipeluk-peluk gini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines