Kehilangan

Kehilangan

  • WpView
    Reads 381
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 17, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Kehilangan kedua orang tua yang sangat aku sayang memang sangat menyakitkan,perceraian yang terjadi karena ego mereka sendiri,tak pernah memikirkan perasaanku. Aku kehilangan dia,dia yang selalu menemaniku.tak kulihat lagi senyum indah yang menghiasi wajahnya,Entah apa yang membuat dia pergi meninggalkan ku.dia yang mengajariku arti sebuah cinta,cinta yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Tuhan aku rindu dia aku mohon kembalikan dia kepelukanku,Aku ingin menghabiskan waktuku bersamanya.cobaan pun tak henti-hentinya menerpaku. Aku kehilangan kedua sahabatku hanya karena merebutkan satu pria yang aku cintai,aku benci mereka.Dan Tuhan mengambil abang yang sangat aku sayangi,dia yang selalu menjaga ku,dia tewas karena kecelakaan itu Dan kini aku sendiri tanpa kebahagian disisiku
All Rights Reserved
#70
nadya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Kamu yang Kukira Milikku
  • Rain In New York
  • Secangkir Teh
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Misunderstand
  • A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete)
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • What Is The Meaning Of Waiting? -END-
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines