Mawar Dini Hari

Mawar Dini Hari

  • WpView
    Reads 2,783
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2020
"Aksaraku biar menjadi duri dan berkediaman pada setiap tangkai mawarmu. Hingga kelak tak ada satupun yang berani memetikmu." Kurang lebih 80% dari buku ini lahir dari hasil pikiran-pikiran dini hari, dan sisanya lahir dari masa-masa kehilangan. ---------------- Copyright© 2015 by Wildha Nurazfani Azis
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Mother's Favorite Cashier
  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • Bad Romance
  • Diriku Adalah Diriku [END]
  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Rajutan Kalimat Rindu
  • Sajak Sang Pemimpi
  • Untaian Aksara | Na Jaemin
  • Aksara Tak Bertuan
  • [3] Aksara, Rasa, Asa | ✔

"Nak, lihat deh mbak kasirnya." "Cantik ya?!" spontan ibu berucap. Di suatu waktu di tengah antrean menuju meja kasir, ibu yang berdiri tepat di sampingku membisikkan hal tersebut kepadaku. Entah apa maksud dan tujuannya, secara eksplisit memuji kecantikan kasir itu. Aku yang cenderung bersikap apatis, tak begitu menggubris perkataan ibu saat itu dan hanya sekejap mata memandang ke arah kasir yang sedang bertugas itu. Kemudian bergegas melangkah menuju pintu keluar. Tanpa sedikit pun menoleh ke belakang. Namun, tak pernah kuduga sebelumnya. Berawal dari celoteh yang kuanggap biasa di pertemuan selanjutnya. Reaksi yang kuterima justru membuatku terpukau oleh sebuah pesona. • • • Top 5 Rank [06.07.24] - #1 Terindah [16.07.24] - #2 Poem [01.10.24] - #1 Frasa [05.02.25] - #2 Cita [05.02.25] - #3 Poetry [27.03.25] - #1 Dreamer [27.03.25] - #3 Sajak image from : pinterest cover edited by : @nandaruproject

More details
WpActionLinkContent Guidelines