My Senator

My Senator

  • WpView
    Reads 68,406
  • WpVote
    Votes 1,894
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 21, 2018
PROLOG (on remake) Pria itu berjalan lurus, membelah sunyi ruangan lapang sebuah gereja. Dengan jubah hitam beludru menutupi kemeja dengan warna senadanya. Jubah itu berat dengan bulir air hujan yang tidak menyerap lalu jatuh membasahi latai pualam. Kaca patri membiaskan cahaya temaram warna-warni sambil menyambutnya. Pria itu berhenti melangkah, tepat menghadap salib. "Tuhan, tidak kah kau lelah mengatur takdirku?, kali ini biarkan aku sendiri yang melakukannya"
All Rights Reserved
#200
enigma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan Kala Itu
  • Dungeon : Beginning
  • Day Of The Dead
  • Liberosis
  • [ END ] Broken Shadow
  • [BL] DURIAN GATE | END
  • Sweet Nothings [End]
  • (ADC) Antariksa's Detective Club 1.0 -New Member?「Completed √」
  • Cinta di Ujung Takdir

"Katanya, gue rumahnya?" "kenapa dia pulang ke rumah yang lain?" tanya nadir pada seseorang di belakangnya. "Itu dulu nadir." balasnya, ia menepuk pundak nadir mencoba mengingatkan apa yang nadir lakukan terhadap 'Dia' "sebelum lo ngusir dia dengan kasar." Rasa sesak kembali menghampiri nadir mengingat apa yang dia lakukan, pada 'Dia', ia hanya bisa menunduk tatkala air mata yang sedari tadi di tahan lolos begitu saja, tanpa aba-aba. "Ikhlasin apa yang sudah menjadi takdir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines