Pria Di Toko Buku

Pria Di Toko Buku

  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 14, 2015
Hari minggu adalah hari yang indah untuk santai sejenak dari segala aktivitas. Pagi ini, aku tak ingin berolahraga seperti biasanya. Aku ingin berburu buku-buku di toko buku. Aku selalu pergi sendiri dan senang menghabiskan waktu di toko buku. Karena beberapa waktu lalu ada seseorang yang bicara kepada ku 'coba, deh, biasain kemana-mana sendiri. Pasti sensasinya beda saat pergi bersama teman-teman'. "Alundy!" Suara ibu memanggil dari ruang santai. Beliau adalah salah satu orang yang sangat mewanti-wanti aku kalau soal pasangan. Beliaulah yang resah saat aku lebih senang menjomlo selama tiga tahun. "Ya, ibu?" "Kamu mau kemana? Jangan bilang kalau..." Sebelum ibu ku berbicara lebih lanjut, aku segera mencium tangan dan pipinya sebagai tanda pamit ingin pergi. Dan ibu hanya tersenyum melihat kelakuanku. ***** Siapa bilang berlama-lama di toko buku itu membosankan? Buat ku, itu adalah hal yang sangat menggembirakan. Banyak cerita yang bisa aku baca. Cerita yang tak pernah terduga.
All Rights Reserved
#50
tokobuku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • REBEL HEART "The Beginning Of Rhythm"
  • The Other Me (on going)
  • Love Letters [END]
  • Lelaki Bayaran [END]
  • YOU [KOOKV/KOOKTAE][END]
  • Strawberry Blonde-Haired Guy
  • Three Idiot Girls  ✔
  • DETAK [SELESAI]

"Hey!!! Kamu si anak baru!! Sini !" Panggil salah satu pemain basket sekaligus ketua tim "Maaf kak, aku masih belajar" Hanya itu yang dapat ku sampaikan " Ganti aja deh, kamu gak layak jadi pemandu sorak tim basket kami" jawabnya dengan lantang sambil bergerak menuju pintu koridor ujung " Huffffffffff, ngeselin banget tu orang" sambil mengacak acak rambut . . "jangan bawa barang yang berat begini" sambil mengambil alih papan-papan itu "makasih kak" jawabku "tanganmu gapapakan ??" " nggak , nggak apa apa kok kak" ujarku agar dia tidak panik "ya udah aku bawa ini dulu ke lapangan" Diapun melangkah pergi menuju lapangan, goresan senyumku seketika muncul di ujung bibir mungilku. . . "Brakk !!" Tamparan melesat ke pipiku " Maaffin akuuu! tapi yang kamu lihat salah, aku bisa jelasin" jawabku terbatah-batah sambil menahan air mataku yang ingin keluar " Loh itu cewek murahan" pukulan tangannya hampir sekali lagi mengenai ke wajahku , tapi dihalang oleh si dingin. " APaa urusan lohh !! Loh gak berhak ya ikut campur masalah kami" Bentaknya sambil tersenyum sinis ia berkata " Cowok kok gampar cewek !? yakin situ cowok HAH !!??" Kalimat itu membuatnya geram dan pergi meninggalkan kami. . . Haiiii teman-teman jadi ini karya pertamaku dan asli hasil karanganku sendiri hehehehe ☺ Minta supportnya ya teman- teman dengan bantu vote di setiap chapter dan komen biar bisa jadi bahan referensi 🌈🙏 ••• Rank- rank yang pernah di capai dapat dilihat di bab "update rank" ☺️ Selamat membaca, Enjoyyy !✨ (Rabu, Sabtu 💕) <3 hysunshinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines