Story cover for Dunia Yang Berbeda by RaniaNurIzzati
Dunia Yang Berbeda
  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 03, 2015
Chapter [1]

"Bawa aku pulang!!! Aku ingin pulang!! Hiks..." seseorang berteriak dengan histeris seolah sedang terkurung. Kata-kata itu... Selalu muncul di pikiranku, di mimpiku, bahkan di aktivitas sehari-hariku.
"Hey, kau terus melamun, ada apa?" tanya Karin, temanku, yang membuatku tersadar dari lamunanku.
"Hah? Tidak apa-apa, aku hanya terus terbayang suara itu" jelasku pada Karin.
"Begitu? Sudahlah, tidak usah terlalu dipikirkan" ucap Karin sambil tersenyum padaku.

KRING......KRING....
Bel sekolahberbunyi dengan nyaring. Aku dan Karin segera menuju ke kelas. Kami selalu melewati lorong yang terkenal angker untuk menuju kelas, dan di situlah aku mendengar suara itu lagi, namun dia mengatakan hal yang berbeda.
"Aku ingin bertemu dengannya..Hiks, ingin bertemu, ingin bertemu dengannya hiks.." kali ini dia mengatakan bahwa dia ingin bertemu seseorang. Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang, aku mulai gugup namun aku memberanikan diri.
All Rights Reserved
Sign up to add Dunia Yang Berbeda to your library and receive updates
or
#934mistery
Content Guidelines
You may also like
DERSIK  by Lllghali127
9 parts Complete
"Wow, pemandangannya bagus sekali!" kata Alma, sambil mengambil foto dengan kamera ponselnya. "Iya, aku suka sekali!" jawab Calista, sambil tersenyum. Arya, yang berjalan di depan, tiba-tiba berhenti dan menunjuk ke arah atas. "Lihat, gunungnya sudah terlihat! Ayo!" °°° Sex... Electi... Sex... Electi... "Tapi, apa itu?" tanya Alma, sambil menunjuk ke arah asal suara. "Aku tidak tahu," jawab Akira, sambil menggelengkan kepalanya. "Tapi suara itu terdengar sangat aneh." °°° "Apa yang terjadi?" tanya Akira, sambil menoleh ke arah Riven. "Aku juga tidak tahu," jawab Riven, menggelengkan kepala. "Tapi aku rasa kita harus siap menghadapi apa yang akan terjadi." °°° "Apa... Apa ini?" Tanya Alma, menunjuk ke arah sebuah portal bercahaya yang baru saja terbentuk. "Aku tidak tahu," jawab Lirien, menggelengkan kepalanya. "Tapi aku rasa kita harus menjauh dari sini." °°° "Dimana kita sekarang?" tanya Calista, memindai tempat aneh yang indah. "Alma?! Arya?!" seru Riven. "Kita terpisah!" timpal Akira dan Lirien bersamaan. °°° "Dimana ini?!.." Tanya Arya ntah pada siapa. °°° "Adakah... apa ada caranya untuk kita bisa kembali?" Tanya Alma, yang muncul sebuah harapan di benaknya. °°°° Alma, Arya, Calista, Lirien, Akira, dan Riven, enam sahabat yang tak sengaja terjebak dalam portal dunia paralel yang saling berhubungan. Mereka menemukan diri mereka dalam dunia baru yang penuh dengan petualangan dan tantangan. Dengan kekuatan persahabatan yang kuat, mereka harus menghadapi berbagai permasalahan yang bermunculan, termasuk orang jahat, kesalahpahaman, dan pencarian jalan kembali ke rumah. Pertanyaan besar yang menghantui mereka adalah: apakah mereka bisa kembali pulang ke rumah dan bersatu kembali dengan orang tua mereka? Note: penulis masih belajar mohon bimbingannya ya! Boleh kasih saran dan kritik namun mohon jaga ibu jari kalian ya agar tidak menyakiti perasaan ya🙏! Tolong bantuannya dan Terimakasih 🥰
You may also like
Slide 1 of 9
ARIN cover
BECAUSE NOONA cover
Dominant » Dark Side Series cover
Sadewa (END) cover
DERSIK  cover
K.I.T.A cover
LOVE for the MAKNAE 2 cover
Just the Two of Us [SELESAI] cover
THE NAIAD (transmigrasi) {END} cover

ARIN

11 parts Complete

"kita putus!! "kata arka sambil menunjuk karin. Semua yang berdiri dismping kanan kiri mereka semua terkejut, dan tercengang apa yg dikatakan arkan Karin hanya diam dan bumkan mendengar kan pertuturan arkan Sampai akhirnya ia buka suara"kenapa?,alasan nya apa? "air mata karin kini sudah menetes,baru kali ini karin menangisi lelaki seperti ini. "loh tuh, cuma barng taruhan diaa!!!mana mungkin ia suka sama lo,dia juga udh punya pacar,dia pacarin lo karna dia gakmau mobil+motornya ilang"tutur farhah membuat semua yang ditengh lapangan tmbah kaget. Karin hanya bisa menahan malu, kecewa, sedih, marah, merasa bodoh kini semua nya berada di dia,semuanya,ingin sekali ia membunuh arkan sekarang, tpi ia mash ingat,klau bunuh orng akan msuk penjara. "selamat!!!,loh udah menang arkan, lo berhasil, sekali lagi selamat gue ucpin buat lo, selamat,semoga karma cepet dtang ke elo!!!! "ucap karin sambil menangis, dan langsung pergi meninggal kan lapangan.