The Memory

The Memory

  • WpView
    Reads 1,997
  • WpVote
    Votes 180
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Dec 13, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
"Karna kebahagiaanku adalah dirimu, dan semua kenangan yang pernah kita ukir bersama takkan mampu terhapus sed&ikitpun dari memori ingatanku" --Gissell "Kenanglah aku sebagai seseorang yang berarti dihidupmu, tapi jangan tutup hatimu untuk oranglain yang jauh lebih baik dariku" --Gio ------------------------------------------------------------- Jangan pernah menyimpulkan sesuatu dengan mudah, karna bisa saja itu adalah sebuah belati yang dapat menghancurkan semuanya. Seperti yang terjadi dalam hubungan Gio dan Gissel. Semuanya berawal dari pertemuan mereka dieskul yang sama, yang kemudian menyatukan mereka disebuah hubungan yang spesial. Sampai sebuah kesalahpahaman itu datang dan membuat Gissel menyimpulkan sesuatu yang menghancurkan hubungan mereka. Apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka? Dapatkah Gio mengembalikan hubungan mereka seperti semula, atau malah sebaliknya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEMORESIA
  • My Savior My Affection
  • BACKBURNER
  • Between Goodbye and Hello (Short Story) [End]
  • The Time When We Fell In Love
  • Complicated Love
  • Fate
  • The Story Of Aghea
  • Jejak Rasa [TAMAT]
NEMORESIA

Gisella hanya ingin kembali menjalani hidupnya dengan normal setelah sebuah tragedi membuatnya harus mengalami amnesia parsial. Tapi siapa sangka, dalam perjalanannya ia justru membongkar konspirasi besar yang melibatkan keluarganya sendiri. - Beberapa kenangan menghilang bukan untuk dilupakan, tapi untuk ditemukan dengan cara yang lebih menyakitkan. - Satu kecelakaan, satu ingatan yang hilang, dan.. satu nama yang terus dipanggil semua orang, tapi tidak membangkitkan apa-apa dalam kepalanya. Gisella kembali ke sekolah dengan lembaran kosong yang dipaksa untuk dikenali. Semuanya tampak normal-terlalu normal. Teman-teman yang ramah, guru-guru yang bersikap biasa saja, dan seorang cowok yang seharusnya ia ingat... tapi terasa asing di matanya. Keivin. Nama itu seperti bekas luka yang belum sempat sembuh. Selalu ada, tapi tak pernah benar-benar terlihat. Cowok yang penuh misteri itu terus saja mendesak Gisella agar mencoba mengingatnya. Tapi sekeras apapun mencoba, Gisella tak pernah menemukannya. Ketika mimpi buruk mulai terasa lebih nyata dari kenyataan, dan ketika perasaan yang tak ia mengerti mulai tumbuh di antara kebenaran yang terus disembunyikan, Gisella sadar-ada sesuatu yang rusak, dan mungkin itu bukan cuma dirinya. Sesuatu yang lebih besar dari apapun yang ia kira. Sebuah konspirasi yang tak pernah ia tahu. Karena mungkin, menguak apa yang terkubur bukanlah hal yang seharusnya dilakukan. Mungkin lebih baik semuanya tetap seperti itu. Tanpa seorangpun yang tahu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines